JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak terlalu khawatir terhadap kemungkinan terbentuknya koalisi baru antara pasangan calon (paslon) nomor urut 01 dan 03.
“Kan partai yang mendukung Pak Prabowo-Gibran itu mencapai 45%, jadi kami enggak khawatir,” ujar Airlangga berada di Mataram, Lombok, NTB, Minggu (14/1).
Menurutnya, saat ini koalisi yang mendukung Prabowo-Gibran sangat kokoh. Elektabilitas keduanya juga stabil, mengungguli pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (01) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (03).
Airlangga yakin bahwa koalisi antara paslon nomor urut 01 dan 03 tidak akan menjadi penghalang bagi kemenangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran pemilihan presiden nanti.
Sebelumnya, beredar wacana kemungkinan kubu Anies-Cak Imin akan berkoalisi dengan kubu Ganjar-Mahfud di putaran kedua pilpres menyusul sinyal saling mendekat di antara dua kubu yang ditandai antara lain oleh “keakraban” Anies dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani seusai debat capres pada 7 Januari lalu di Istora Senayan. Pada momen itu, tampak Anies dan Puan bersalaman dan berbincang singkat.
“Insya Allah (ada), kita lihat saja gimana nanti ke depan ini,” ungkap Puan Maharani menjawab pers seraya menambahkan bahwa yang terpenting saat ini Pilpres 2024 berjalan baik, lancar dan jujur.
Anies dan Cak Imin juga memberikan ucapan selamat tatkala PDIP ber-HUT pada 10 Januari lalu yang direspons secara simpatik oleh Ganjar Pranowo dan sejumlah elite PDIP lainnya.
Baca juga: Benarkah ‘Rumus’ Runner-Up Akan Terpilih Berlaku di Pilpres 2024?
Terkait dengan peluang koalisi dengan kubu Ganjar-Mahfud di putaran kedua pilpres, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyatakan pihaknya terbuka dengan segala kalangan.
“Insya Allah saya terbuka pada semua kalangan karena kita nggak tahu apakah kita masuk, mudah-mudahan itu harapannya. Tapi nanti dengan siapanya kita gak tahu juga,” kata Syaikhu di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/1)..
Namun, Waketum Nasdem Ahmad Ali mengatakan jika memang pilpres terjadi dua putaran, barulah partainya bicara potensi yang ada. Ali menekankan semua kemungkinan bisa saja terjadi.
Sebelumnya, mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) bicara soal peluang bergabungnya koalisi 01 dan 03. JK memandang koalisi baru biasanya tergantung urutan pemenang partai politik (parpol) dalam Pemilu 2024. JK yang notabene mantan Ketum Golkar menyatakan dukungannya kepada duet Anies-Cak Imin.
Seperti diketahui, Anies-Cak Imin diusung oleh koalisi Nasdem, PKS dan PKB, sementara Ganjar-Mahfud diusung koalisi PDIP, PPP, Perindo, dan Hanura.
Elektabilitas 02 Stagnan
Munculnya wacana menyatukan dua kubu 01 dan 03 dalam putaran kedua pilpres setelah tim sukses keduanya melihat tanda-tanda bahwa Pilpres 2024 sangat mungkin berlangsung dua putaran mengingat elektabilitas Prabowo-Gibran (02) relatif stagnan di kisaran 40an persen.
Dengan elektabilitas di rentang 40-an persen, banyak pihak meramalkan ambisi kubu Prabowo-Gibran akan kesulitan untuk bisa memenangkan pilpres sekali putaran.
Namun, tantangan kubu 01 dan 03 untuk menyatukan kekuatan di level ‘akar rumput’ dinilai agak problematis, mengingat massa pendukung kedua paslon tersebut berbeda atau bahkan berseberangan secara ‘ideologis’.
Satu-satunya narasi yang berpotensi menyatukan kedua kubu itu jika tema ‘Asal Bukan Prabowo’ yang digelorakan sejumlah tokoh di kubu 01 dan 03 berhasil menjadi perekat ampuh di level ‘akar rumput’…

