JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menyebutkan kalangan dunia usaha berharap Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden agar lebih efektif dan efisien dengan hanya satu putaran.
Bamsoet, sapaan akrab Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukam) Kadin Indonesia itu, mengatakan bahwa polarisasi pilpres yang berjalan panjang dan berlarut-larut dapat mengganggu situasi kondusif bangsa, sehingga menyebabkan hilangnya momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.
“Dunia usaha juga berharap jika capresnya tidak berasal dari dunia usaha seperti Presiden Joko Widodo, cawapresnya diharapkan berasal dari dunia usaha,” ungkap Bamsoet, dalam keterangan persnya, Kamis (12/10).
Bamsoet memaparkan bahwa selama 10 tahun memimpin Indonesia, pemerintahan Presiden Jokowi bisa berjalan efektif dan efisien, tidak lain karena latar belakang Jokowi sebagai pengusaha. Karena itu, ada baiknya jika dalam Pilpres 2024 ini, pasangan capres-cawapresnya juga diikuti perwakilan dari kalangan dunia usaha.
“Sehingga pemulihan dan pertumbuhan perekonomian yang saat ini sudah berjalan dengan baik bisa terus terpelihara,” katanya.
Saat ini, terdapat tiga poros koalisi partai. Koalisi Perubahan yang digawangi Nasdem, PKS dan PKB mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, sementara Koalisi Indonesia Maju (Gerindra, Golkar, PAN dan Demokrat) mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal capres, sedangkan koalisi PDIP dan PPP mengusung bacapres Ganjar Pranowo.
Baca juga: Keluarga Jokowi di Persimpangan Jalan Politik…
Sampai detik ini, koalisi pro-Prabowo belum memutuskan bakal cawapres, begitu pun dengan koalisi pro-Ganjar. Kabarnya, koalisi pro-Prabowo menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (16/10) terkait dengan gugatan uji materi pasal mengenai syarat usia minimal capres-cawapres dalam UU Pemilu. Jika MK mengabulkan, Walikota Surakarta (Solo) Gibran Rakabuming Raka berpeluang besar menjadi cawapres pendamping Prabowo.
Gibran yang saat ini masih 35 tahun dinilai menjadi “solusi” atas alotnya penentuan sosok cawapres pendamping Prabowo. Putra sulung Presiden Jokowi tersebut juga diprediksi akan mendongkrak elektabilitas Prabowo.
Sementara kandidat cawapres untuk Ganjar konon mengerucut pada tiga nama, Menko Polhukam Mahfud MD, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Menparekraf Sandiaga Uno.
Namun, bukan tak mungkin di menit-menit terakhir menjelang penutupan pendaftaran di KPU pada 19-25 Oktober 2023, terjadi dinamika yang intens sehingga pasangan capres-cawapres yang akan resmi didaftarkan ke KPU berubah. Segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk kemungkinan Pilpres 2024 hanya diikuti dua paslon…

