JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bawah sebagai organisasi tetap konsisten dengan aturan untuk bersikap netral alias tidak memihak salah satu pasangan calon pada Pilpres 2024.
“Kami kembali tegaskan posisi Kadin sebagai organisasi harus netral dan tidak menunjukkan dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden Indonesia,” kata Pelaksana Harian Ketua Umum Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi dalam pembukaan Rakernas Bidang Asosiasi dan Himpunan Kadin Indonesia di Jakarta, Rabu (29/11).
Penegasan itu disampaikan Yukki menyusul banyaknya pertanyaan yang diterimanya terkait dengan posisi Kadin. “Saya jelaskan, sampaikan, posisi Kadin Indonesia netral meskipun pengurus atau anggota Kadin yang berpartai terlibat aktif sebagai bagian tim pemenangan.”
Sebelumnya, Yukky menjelaskan bahwa mengenai keterlibatan Ketum Kadin Arsjad Rasjid yang terpilih menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan capres-cawapres Ganiar Pranowo-Mahfud MD dan Ketum Kadin periode 2015-2020 Rosan Roeslani yang menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Maiu yang mengusung capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Yukki menegaskan bahwa organisasi menghargai keputusan kedua sosok terbaik yang dimiliki Kadin tersebut.
Bahkan Arsjad secara khusus menarik diri sementara waktu dari keorganisasian dengan cuti hingga Pilpres 2024 meski hal itu tidak diwajibkan dalam AD/ART Kadin.
Menurut Yukki, pemilihan presiden merupakan pesta demokrasi yang seharusnya diselenggarakan dengan bahagia. “Jangan dibuat tegang-tegang. Mari kita lalui pesta demokrasi ini. Semua saya harapkan taat dan tunduk pada peraturan dan perundangan,” ucapnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Eka Sastra menegaskan Kadin tidak terlibat mendukung paslon nomor 1, 2 atau 3. Namun yang Kadin dukung adalah cara agar politik pemilu menghasilkan instrumen demonstrasi yang kokoh dan menjadi landasan pertumbuhan serta bagaimana ekonomi Indonesia bisa bergerak selangkah demi langkah agar bisa mencapai negara maju.
“Itulah komitmen Kadin dan Kadin telah menyumbangkan anak-anak terbaiknya dalam politik praktis. Ketua umum yang berhalangan hadir sudah masuk, kemudian dewan kehormatan kami sudah masuk, dan banyak kader-kader yang lain. Tapi sekali lagi itu personal. Secara institusi, Kadin tetap tegak kepada Plh. Ketum, kami akan selalu berjuang bagaimana menjaga demokrasi tidak mematikan ekonomi,” tuturnya.
Pemilu digelar lima tahun sekali, tetapi Kadin Indonesia telah membuat roadmap Indonesia hingga 2045. “Kadin sudah berpikir hingga 2045, di mana Indonesia akan menjadi negara maju,” ujarnya.
Wisnu Pettalolo, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Asosiasi dan Himpunan Kadin Indonesia mengatakan seluruh asosiasi dan himpunan yang jumlahnya mencapai 208 organisasi pengusaha berharap pemerintah mendengar asipirasi dan hambatan dunia usaha.
“Kami ingin menyalurkan aspirasi hambatan dunia usaha ini kepada tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024. Kita berharap bisa menjadi catatan untuk pemerintahan mendatang,” kata Wisnu.

