Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Gabung Koalisi Pro-Prabowo, Akankah Demokrat Tetap Kritis ke Pemerintahan Jokowi?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Gabung Koalisi Pro-Prabowo, Akankah Demokrat Tetap Kritis ke Pemerintahan Jokowi?
Politik

Gabung Koalisi Pro-Prabowo, Akankah Demokrat Tetap Kritis ke Pemerintahan Jokowi?

Namun, atas nama realitas politik, Demokrat mesti melakukan semacam kompromi dan menegosiasikan posisi politiknya dengan menjadi mitra “yunior” dalam koalisi pro-Prabowo.  

Last updated: Jumat, 22 September 2023, 12:21 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Partai Demokrat resmi dukung bakal capres Prabowo Subianto. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Partai Demokrat telah resmi bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024.

Dukungan ini diumumkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat pada 21 September 2023 di Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam pidatonya, AHY sering kali menekankan tentang “perubahan dan perbaikan.”

Dia menyatakan bahwa Prabowo setuju dengan semangat ini yang dianut oleh Partai Demokrat. Bagi AHY, perubahan dan perbaikan berarti melanjutkan program-program pemerintah yang sudah baik dan sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih menjadi perhatian.

AHY juga memiliki dua harapan besar untuk Prabowo. Pertama, kesinambungan dari semua yang telah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, dari Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo.

AHY mengatakan bahwa pencapaian positif dari presiden-presiden terdahulu harus diteruskan, menggambarkan ini sebagai kesinambungan lintas generasi kepemimpinan.

Tetapi sekaligus, AHY mengingatkan bahwa ada banyak masalah yang masih perlu diubah dan diperbaiki di Indonesia, termasuk dalam sektor ekonomi, kesejahteraan rakyat, hukum, keadilan, demokrasi, dan kebebasan berpendapat. Menurutnya, itulah inti dari perubahan dan perbaikan yang harus diperjuangkan.

AHY meyakini bahwa dengan Prabowo menjadi presiden selanjutnya, cita-cita Partai Demokrat untuk kesinambungan dan perubahan akan terwujud. Dia mengutip Prabowo yang mengatakan bahwa konstanta dalam kehidupan sejatinya adalah perubahan itu sendiri.

“Perubahan dan perbaikan” telah menjadi narasi yang lama dianut oleh Partai Demokrat, dan semangat ini terus dipegang teguh ketika mereka sebelumnya bergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan bersama Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca juga: Anies Unggul di Pemilih Partai Islam, Bagaimana Prospek di Pilpres 2024?

Sebelum akhirnya mendukung Prabowo, Partai Demokrat awalnya mendukung Anies Baswedan sebagai capres, namun mencabut dukungan setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu mantab memilih Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal cawapresnya.

Sebagai partai yang bersama PKS sering dilabeli partai oposisi,  sesungguhnya tak mudah bagi Demokrat untuk “melebur” dalam koalisi pro-Prabowo yang notabene diisi oleh partai-partai pro-pemerintahan Presiden Jokowi.

Kompromi

Namun, atas nama realitas politik, Demokrat mesti melakukan semacam kompromi dan menegosiasikan posisi politiknya dengan menjadi mitra “yunior” dalam koalisi pro-Prabowo.

Bagaimana pun, Demokrat yang awalnya “keras” dan kritis terhadap pemerintahan Jokowi, suka tak suka, haru lebih banyak menahan diri. Apalagi, koalisi pro-Prabowo terang-terangan ingin melanjutkan program-program pemerintahan Jokowi.

Dengan bergabung ke KIM dan turut mengusung pencapresan Prabowo, masihkah Demokrat layak menyandang status sebagai partai oposisi?

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: AHY, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, koalisi pro Prabowo, narasi perubahan dan perbaikan, Partai Demokrat, Pilpres 2024
Raden Parwoto 22 September 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Anies Unggul di Pemilih Partai Islam, Bagaimana Prospek di Pilpres 2024?
Next Article Ketika Narasi Perubahan Kehilangan Tenaga
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?