JAKARTA (Sketsa.co) — Merapatnya Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional ke kubu Gerindra-PKB untuk mengusung pencapresan Menteri Pertahanan/Ketum Gerindra Prabowo Subianto tak hanya mengubah konfigurasi koalisi partai pendukung bakal capres menjelang Pilpres 2024.
Suka tak suka, diakui atau tidak, kehadiran Golkar dan PAN telah memperlemah peluang Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk menjadi bakal cawapres pendamping Prabowo Subianto.
Betapa tidak? Bahkan sejak awal Golkar dan PAN merasa bergabungnya mereka ke kubu Gerindra-PKB hanya dalam konteks mendukung pencapresan Prabowo, bukan untuk mendukung cawapres siapapun, karena soal itu memang belum ada pembicaraan dan pembahasan apapun.
Sebagai partai yang paling awal berkoalisi bersama Gerindra dengan membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), wajar jika PKB merasa punya posisi istimewa terhadap Gerindra dalam konteks penentuan pasangan capres-cawapres yang akan diusung.
Apalagi, sejumlah politisi Gerindra juga kerap mengisyaratkan bahwa PKB atau Cak Imin adalah penentu bakal cawapres untuk bakal capres Prabowo Subianto. Bahkan, nama Cak Imin sendiri menjadi prioritas untuk dipertimbangkan sebagai bacawapres.
Tapi itu “kemaren-kemaren”, saat Golkar dan PAN belum menyatakan secara resmi mendukung pencapresan Prabowo Subianto pada Minggu (13/8). Namun sejak kedua partai itu bergabung mendukung pencapresan Prabowo, tentu akan ada perhitungan dan pertimbangan lain.
Saat ini, bahkan seandainya PKB keluar dari koalisi pendukung Prabowo, gabungan Gerindra, Golkar dan PAN sudah lebih dari cukup untuk memenuhi persyaratan bisa mendaftarkan pasangan capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Oktober-November nanti.
Ada di Kertas Suara
Di sisi lain, seperti yang sering diungkapkan Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum PKB, pihaknya menghendaki foto Cak Imin ada di kertas suara, yang berarti setidaknya mantan Menakertrans tersebut menjadi cawapres.
Terkait keseriusan Cak Imin untuk maju sebagai cawapres pada Pilpres 2024, sosok politisi yang dikenal ulet ini bahkan tidak lagi terdaftar sebagai bakal calon legislatif untuk Pemilu Legislatif 2024. Ini berarti, PKB dan Cak Imin memang tidak main-main dengan target menjadi salah satu peserta pilpres mendatang, entah sebagai capres atau setidaknya cawapres.
Baca juga: Saat Gibran Jokowi “Diperebutkan” Jadi Cawapres
Pertanyaannya, Golkar dan PAN tentu tak serta merta akan menyetujui Cak Imin sebagai cawapres pendamping Prabowo, apalagi Golkar memiliki jumlah kursi di DPR lebih banyak daripada PKB, sementara PAN menghendaki Menteri BUMN Erick Thohir sebagai cawapres juga.
Bagaimana koalisi empat partai pendukung pencapresan Prabowo Subianto tersebut mencari solusi atas “kerumitan” penentuan sosok cawapres, tentu menarik untuk dicemarti dalam sebulan-dua bulan ke depan.
Yang pasti, posisi tawar PKB dan Cak Imin terhadap Gerindra dan Prabowo kini relatif melemah….

