JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan bahwa partainya tidak akan mendukung bakal capres Anies Baswedan.
“Itu (pernyataan JK) sangat benar. Benar (tak mungkin dukung Anies),” kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/8).
Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa pilihan capres yang akan didukung Golkar hanya terbatas pada Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
“Partai Golkar, tentunya, memiliki suara untuk menentukan, termasuk di antara DPD. Karena menurut saya, pilihan hanya terbatas antara Pak Ganjar dan Pak Prabowo,” ucap JK di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (31/7).
Airlangga tidak memberikan alasan mengapa Partai Golkar tidak akan mendukung Anies. Dia juga tidak menjelaskan mengapa hanya Ganjar dan Prabowo yang kemungkinan akan didukung oleh partainya.
Airlangga hanya menyampaikan bahwa Partai Golkar, sebagai partai besar, telah menentukan beberapa langkah yang akan diambil. Dia meminta para wartawan untuk bersabar menunggu kabar resmi dari pihak Golkar.
Sebelumnya, Jusuf Kalla merespons desakan dari DPD I Golkar untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. JK menganggap desakan tersebut sebagai aspirasi dari kader di daerah. Dia berpendapat bahwa mungkin saja Golkar akan mendukung Prabowo.
Tak Mengejutkan
Tak ada yang mengejutkan dari pernyataan Airlangga Hartarto maupun Jusuf Kalla terkait dengan Golkar tak mungkin mendukung pencapresan Anies Baswedan yang saat ini diusung Nasdem, Demokrat dan PKS melalui Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Tidak mengejutkan, karena sejak awal Golkar memang konsisten berada di barisan koalisi partai pendukung pemerintah atau pro Jokowi, yang berseberangan dengan kelompok oposisi, dalam hal ini Demokrat dan PKS.
Dengan isyarat bahwa Golkar akan mendukung kandidat capres antara Ganjar atau Prabowo, hal itu sekaligus membantah spekulasi bahwa partai peraih kursi terbanyak kedua setelah PDIP pada Pemilu 2019 tersebut akan mengajukan bakal capres sendiri.
Baca juga: Tentang Diksi ‘Petugas Partai’ yang Dinilai Mengganggu
Masalahnya, jika mendukung Ganjar atau Prabowo, Golkar akan mendapatkan apa? Posisi bakal cawapres? Atau mendapatkan sejumlah pos kementerian?
Dalam memutuskan pemberian dukungan entah Ganjar atau Prabowo, rumus yang dipakai Golkar tentu akan sangat sederhana: mendukung kandidat yang paling potensial menang plus yang menawarkan “kompensasi” lebih menarik…

