Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Tentang Diksi ‘Petugas Partai’ yang Dinilai Mengganggu
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Tentang Diksi ‘Petugas Partai’ yang Dinilai Mengganggu
Politik

Tentang Diksi ‘Petugas Partai’ yang Dinilai Mengganggu

Karenanya, sebagai sebentuk perlawanan terhadap istilah ‘petugas partai’ yang tampak mengecilkan posisi dan perannya sebagai Presiden, Jokowi secara naluriah mengembangkan semacam resistensi sebagai usaha untuk keluar dari kungkungan ‘petugas partai’.

Last updated: Rabu, 2 Agustus 2023, 4:08 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Politikus PSI Ade Armando. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua Umum Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas memberikan tanggapan terhadap pernyataan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando yang mempertanyakan sebutan ‘petugas partai’ yang digunakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menyebut Presiden Jokowi Widodo.

Michael menyatakan bahwa bagi mereka, sosok Presiden Jokowi jauh lebih penting daripada sebutan apa pun yang disematkan padanya. Menurutnya, Jokowi telah melebihi ekspektasi masyarakat, memiliki kepemimpinan yang baik, dan layak disebut sebagai pelayan masyarakat.

Bagi ABJ, Presiden Jokowi adalah penasehat utama mereka, dan sebutan yang tepat untuknya adalah ‘pelayan rakyat’. Michael menyatakan bahwa Jokowi konsisten dalam mengabdi sebagai pelayan rakyat dan pengayom bagi masyarakat, mulai dari posisi walikota, gubernur, hingga menjadi presiden saat ini.

Baca juga: Rendahnya Elektabilitas Anies dan Optimisme Jusuf Kalla

Sebelumnya, Ade Armando mempertanyakan penggunaan istilah ‘petugas partai’ oleh Megawati Soekarnoputri untuk menggambarkan Presiden Jokowi. Ade meminta Megawati agar tidak lagi menggunakan istilah tersebut, karena hal itu dapat menyakiti perasaan para pendukung Jokowi dan berpotensi menyebabkan mereka menarik dukungannya dari capres PDIP, Ganjar Pranowo.

Ade menegaskan bahwa Jokowi saat ini adalah presiden yang harus melayani rakyat Indonesia, bukan hanya PDIP atau Megawati. Dia berharap Megawati dan politisi PDIP lainnya dapat mengingatkan Megawati untuk tidak menggunakan istilah ‘petugas partai’ terkait Presiden Jokowi.

Olok-olok

Harus diakusi, diksi ‘petugas partai’ yang disematkan ke Presiden Jokowi telah menjadi bahan olok-olok kelompok oposisi dan lawan politik Jokowi serta PDIP, termasuk Megawati Soekarnoputri.

Dengan penyematan status tersebut, Jokowi sebagai presiden seolah-olah terus dalam ‘cengkeraman’ dan kendali Megawati sebagai pucuk pimpinan PDIP. Begitu antara lain penilaian dan penfasiran yang muncul di masyarakat.

Tak ayal lagi, di balik diksi ‘petugas partai’, muncul kesan kuat adanya nuansa subordinasi. Hal itu niscaya memberi beban mental dan psikologis tersendiri terhadap diri Presiden Jokowi.

Karenanya, sebagai sebentuk perlawanan terhadap istilah ‘petugas partai’ yang tampak mengecilkan posisi dan perannya sebagai Presiden, Jokowi secara naluriah mengembangkan semacam resistensi sebagai usaha untuk keluar dari kungkungan ‘petugas partai’.

Bagaimanapun, dalam persepsi awam, penyebutan ‘kader partai’ jauh lebih nyaman didengar dan dirasakan daripada sekadar ‘petugas partai’. Bukankah anggota suatu partai memang jamak dijuluki atau berstatus kader partai?

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: diksi petugas partai, Ketua Relawan ABJ Michael Umbas, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, politikus PSI Ade Armando, Presiden Jokowi
Raden Parwoto 2 Agustus 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Ini Dia 5 Gejala yang Bisa Memicu Kematian Mendadak
Next Article Tak Mungkin Dukung Anies, Golkar Tinggal Pilih Ganjar atau Prabowo
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?