JAKARTA (Sketsa.co) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa koalisi partai dan sosok calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden 2024 masih belum jelas.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat hadir dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/7).
“Kita tidak boleh terlalu terjebak dalam situasi politik saat ini yang masih belum jelas. Belum ada kejelasan mengenai koalisi antar partai dan partai mana yang akan berkoalisi,” katanya.
Selain itu, Jokowi juga menyebut bahwa sosok capres dan cawapres yang akan bersaing dalam Pemilihan Presiden 2024 juga masih belum jelas.
“Belum jelas siapa cawapresnya, belum jelas siapa capresnya dan cawapresnya,” ujar Jokowi.
Dalam pertemuan dengan para relawan tersebut, Jokowi meminta agar tidak ada lagi pertanyaan terus-menerus kepada ketua umum relawan mengenai sosok capres dan cawapres.
“Jawaban saya adalah bekerja, bekerja, agar negara tetap dalam kondisi yang baik, agar ekonomi berjalan dengan baik, dan agar rakyat dapat bekerja dengan baik,” tutur Jokowi.
Seperti diketahui, saat Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, Jokowi didukung oleh sejumlah organisasi atau kelompok relawan yang melengkapi dukungan yang diberikan koalisi partai politik yang dipimpin PDI Perjuangan.
Selain kelompok relawan Arus Bawah Jokowi (AJB), ada beberapa organisasi relawan lainnya yang cukup populer, misalnya Projo (Pro-Jokowi) dan Bara JP (Barisan Rakyat Jokowi Presiden). Semua kelompok relawan itu mengklaim tegak lurus menunggu instruksi Jokowi soal arah dukungan pada Pilpres 2024.
Negosiasi Alot
Jokowi tampaknya paham betul bahwa para pimpinan partai politik tengah terlibat dalam tarik-menarik dan negosiasi alot terkait dengan penentuan kandidat capres maupun cawapres.
Tak hanya di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang menyisakan ketegangan berlarut antara Nasdem dan Demokrat ihwal siapa sosok yang dianggap paling tepat dan layak untuk menjadi bacawpres sang kandidat capres Anies Baswedan.
Hal serupa juga terjadi di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) di mana Gerindra dan PKB hingga kini juga belum menemukan kata putus soal bacawapres bagi Prabowo Subianto yang hampir pasti diusung koalisi tersebut sebagai capres.
Baca juga: Isu Munaslub Golkar dan Peluang Airlangga di Pilpres 2024
Di sisi lain, meski PDIP, PPP, Hanura dan Perindo telah menjalin kerjasama untuk mendukung pencapresan Ganjar Pranowo, namun kandidat cawapres juga belum ditetapkan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hanya memberi isyarat bahwa cawapres untuk Ganjar akan diumumkan pada September.
Sementara itu, Golkar dan PAN malah belum jelas apakah akan memberikan dukungan ke Ganjar atau Prabowo, meski rasanya kecil kemungkinan merapat ke KPP untuk mendukung pencapresan Anies Baswedan.
Tak salah jika Jokowi mengatakan bahwa koalisi partai, capres dan cawapres, “Belum jelas”. Karena belum jelas, tentu Jokowi belum bisa mengambil sikap. Karena belum bisa mengambil sikap, Jokowi tentu tidak bisa memberikan arahan atau instruksi kepada para relawannya! Sederhana…

