JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono menegaskan apapun nama koalisi partai yang akan terbentuk untuk menghadapi Pilpres 2024, partainya tetap mendukung Ketum Golkar Airlangga Hartarto entah sebagai capres maupun cawapres.
“Kita kan tetap mendorong Pak Airlangga Hartarto selaku calon presiden, tapi kita juga memiliki fleksibilitas untuk mendorong dia sebagai cawapres,” kata Dave di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/6).
Dia menegaskan hal itu sebagai respons atas pernyataan Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Fikri Yasin soal rencana pembentukan koalisi empat partai ke arah yang lebih permanen. Adapun empat partai yang dimaksud, yakni PAN, Gerindra, PKB, dan Golkar.
Koalisi ini kemungkinan besar akan mengusung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres pada 2024. “Itu yang sedang kita mantapkan ke arah yang permanen untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai (calon) presiden,” ungkap Fikri Yasin.
Tak ada keraguan bahwa jika benar koalisi empat partai itu berhasil terbentuk, nama Prabowo hampir pasti akan didapuk sebagai capres, mengingat elektabilitasnya yang tinggi.
Berdasarkan sejumlah hasil survei mutakhir, Prabowo nyaris selalu menduduki peringkat tertinggi elektabilitas kandidat capres, disusul capres PDIP Ganjar Pranowo, dan di peringkat ketiga Anies Baswedan, bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (Nasdem, Demokrat dan PKS).
Namun, rencana pembentukan koalisi permanen empat partai itu rasanya juga akan menghadapi persoalan siapa yang bakal menjadi kandidat cawapres pendamping Prabowo.
Cak Imin
Di satu sisi, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mendapatkan mandat dari partainya untuk menjadi capres. Namun, belakangan, PKB tampak bisa menerima kalau Cak Imin menjadi cawapres Prabowo.
PKB sejak awal berkoalisi dengan Gerindra dengan membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Bahkan, dua partai ini telah membentuk sekretariat bersama.
Di sisi lain, dengan rencana pembentukan koalsii permanen yang melibatkan Golkar dan PAN (keduanya bersama PPP merupakan anggota Koalisi Indonesia Bersatu), bursa cawapres untuk Prabowo menjadi lebih dinamis.
PAN sendiri mengusulkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai bakal cawapres untuk Prabowo, setelah sebelumnya menyodorkan “menu” serupa kepada PDIP sebagai pendamping Ganjar.
Baca juga: Resmi Gabung PPP, Sandiaga Ikhlas Tak Jadi Cawapres
Seperti dikatakan Sekjen PAN Eddy Soeparno, bagi partainya, mendorong Erick Thohir sebagi cawapres adalah “menu wajib” dalam setiap pembahasan dengan partai calon mitra koalisi menghadapi Pilpres 2024.
Jadi, saat ini, di atas kertas ada tiga kandidat cawapres yang didorong menjadi pendamping Prabowo Subianto, yakni Airlangga Hartarto (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB) dan Erick Thohir (PAN).
Namun hingga kini belum ada sinyal apapun yang mengarah pada kesepakatan empat partai tersebut untuk menyetujui satu dari tiga nama itu sebagai cawapres Prabowo. Bahkan, seajuh ini, frasa “mengerucut ke satu nama” pun belum muncul dari pernyataan entah petinggi Gerindra, Golkar, PKB maupun PAN…

