JAKARTA (Sketsa.co) — Menparekraf Sandiaga Uno saat ini sedang menjalani orientasi kader sebelum secara resmi bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Mardiono setelah Sandiaga menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) di Jakarta, Rabu (31/5).
“Termasuk malam ini, dia sedang menjalani orientasi kader,” kata Mardiono dalam konferensi pers.
Sandiaga, yang berdiri di samping Mardiono, mengakui bahwa dia sedang menjalani orientasi kader. “Ya, benar, masih dalam tahap orientasi kader.”
Kehadiran Sandiaga Uno dalam acara GPK sekali lagi menguatkan kabar bahwa dia akan bergabung dengan PPP, seperti yang telah menjadi isu selama ini.
Bahkan, mantan kader Gerindra itu sudah mengunjungi Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jakarta Selatan pada 25 Mei lalu dan bertemu dengan Plt. Ketum PPP Mardiono. Sandiaga mengatakan bahwa dirinya telah menerima masukan dan arahan dari Mardiono serta nasihat para kiai.
Cawapres Ganjar
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy mengungkapkan pembicaraan cawapres Ganjar Pranowo antara PDIP dan PPP akan dibahas Juli 2023.
Nantinya, kata Romy, akan ada pertemuan khusus antara Plt. Ketum PPP Mardiono dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Pembahasan cawapres antara Pak Mardiono dan Ibu Mega atau antara PPP dan PDIP itu akan dilaksanakan pada bulan Juli,” ujarnya.
Romy juga memastikan Sandiaga Uno sudah 96% bergabung dengan PPP. “Ini tinggal nunggu waktu saja. Kalau kepastiannya angka 96%,” tambahnya.
Sandiaga Uno disebut-sebut menjadi salah satu sosok yang diusulkan PPP untuk menjadi bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo, capres PDIP yang juga telah didudukung secara resmi oleh PPP.
Selain Sandiaga, nama lain yang diusulkan atau diwacanakan untuk menjadi cawapres Ganjar adalah Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, yang juga dikenal sebagai salah satu petinggi di PBNU.
Percepatan, Bukan Perubahan
Dalam kesempatan terpisah, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa dia tidak satu visi misi dengan Anies Baswedan yang kini membawa semangat perubahan.
Sebaliknya, Sandi mengaku mendukung percepatan pembangunan sebagaimana yang dijalankan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin.
“Saya ingin menyampaikan bahwa yang saya usung itu adalah percepatan pembangunan, bukan perubahan,” kata Sandiaga di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (31/5).
Baca juga: Benarkah Demokrat “Pegang Kendali” Koalisi Pro-Anies?
Dengan pernyataan Sandiaga tersebut, rasannya kans mantan Wagub DKI Jakarta itu untuk bergabung dengan PKS agar diajukan sebagai bakal cawapres pendamping Anies Baswedan nyaris tertutup.
Seperti diketahui, Anies Baswedan telah diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan/KPP yang beranggotakan Partai Nasdem, Demokrat dan PKS. Koalisi ini, seperti namanya, mengusung tema perubahan…

