JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan bahwa kejutan soal sosok calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan yang dikabarkan akan diumumkan dalam satu atau dua hari mendatang tidak akan jauh dari tiga nama yang sedang beredar, yaitu Aher, Khofifah, atau AHY.
“Dari ketiga orang ini (Aher, Khofifah dan AHY), mereka adalah yang paling utama, tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada kejutan nama dalam perkembangan satu atau dua hari mendatang. Namun, apapun yang menjadi patokannya saat ini, yang pertama akan meningkatkan elektabilitas dan yang kedua akan meningkatkan sinergi kerja sebagai satu kesatuan,” ujar Mardani di Jakarta, Selasa (30/5).
Mardani mengatakan bahwa kemungkinan 80% cawapres Anies berasal dari tiga tokoh yang telah disebutkan. Ia juga menyebutkan bahwa pengumuman lebih awal akan lebih baik.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Nasdem Sugeng Suparwoto mengungkapkan para pemimpin partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan/KPP (Nasdem, Demokrat dan PKS) akan mengadakan pertemuan untuk membahas cawapres Anies Baswedan. Dia memprediksi kejutan akan muncul dalam satu atau dua hari mendatang.
“Akan ada kejutan dalam satu atau dua hari ke depan. Para pemimpin partai akan segera berkumpul dalam waktu satu atau dua hari. Mungkin besok sudah ada kesimpulan,” kata Sugeng di Sekretariat Perubahan, Jakarta Selatan, Selasa (30/5).
“Malam ini, besok malam, atau dalam waktu satu atau dua hari ini, akan ada kejutan mengenai cawapres,” tambahnya.
Baca juga: Elektabilitas Selalu Urutan Ketiga, Mungkinkah Anies Batal Nyapres?
Namun, Sugeng menolak mengungkapkan siapa saja calon yang menjadi kejutan dalam pencalonan cawapres Anies. Dia menjamin bahwa nama cawapres Anies tersebut akan benar-benar mengejutkan.
Sejak awal, nama Ketua Umum Demokrat AHY memang diusulkan partai tersebut untuk menjadi kandidat cawapres pendamping Anies, sementara PKS mengusulkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).
Nasdem sendiri condong mengajukan nama di luar partai koalisi, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang dinilai bisa menutupi kelemahan Anies dari sisi elektabilitas di provinsi yang menjadi kantong suara kaum nahdliyin (NU).
Kans AHY Menguat
Belakangan, nama AHY dinilai sejumlah pengamat memiliki kans paling besar untuk dipilih menjadi cawapres Anies. Selain ketua umum salah satu partai koalisi, AHY juga terlihat kritis dan vokal terhadap pemerintahan Jokowi, sehingga merepresentasikan figur pro-perubahan.
Namun, sesungguhnya, kalau AHY atau bahkan Khofifah yang bakal terpilih sebagai cawapres pendamping Anies, rasanya hal itu tak memberikan efek kejutan seperti yang sebelumnya juga diucapkan Anies sendiri…
Sosok mengejutkan itu kalau, misalnya, dia merupakan figur yang dekat dengan Presiden Jokowi, yang selama ini dinilai kurang “nyaman” dengan pencapresan Anies…

