JAKARTA (Sketsa.co) — Sejak Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden pada 3 Oktober 2022, elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu hingga kini cenderung stagnan atau bahkan mengalami penurunan.
Merujuk dua hasil survei teranyar dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Populi Center, elektabilitas Anies Baswedan berada di posisi paling bawah setelah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Hasil survei SMRC bertajuk “Evaluasi Kinerja Presiden dan Pilihan Capres 2024 di Pemilih Kritis” yang dirilis Minggu (28/5), bakal capres PDIP Ganjar Pranowo menjadi figur dengan elektabilitas tertinggi, yakni 35,9%.
Dalam survei yang dilakukan melalui telepon pada 23-24 Mei 2023 tersebut, elektabilitas Ganjar mengalahkan Prabowo Subianto yang memperoleh 32,8% dan Anies Baswedan yang meraih 20,1%. Masih ada 11,3% responden yang belum menjawab.
Sementara hasil survei Populi Center yang dirilis Senin (29/5), memperlihatkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra/Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meraih elektabilitas 22,8%, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di angka 21,2%. Sedangkan Anies Baswedan lagi-lagi berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 13,5%.
Beberapa hasil survei sebelumnya, seperti Litbang Kompas dan LSI Denny JA, juga memperlihatkan hasil serupa, yakni elektabilitas Anies selalu berada di posisi ketiga setelah Ganjar dan Prabowo atau Prabowo dan Ganjar.
Anies Tetap Optimistis
Namun, sejauh ini, Anies sendiri tampak tetap optimistis dengan pencapresannya, meski hasil survei beberapa lembaga jajak pendapat menempatkannya di urutan ketiga setelah Ganjar dan Prabowo.
Anies bercerita soal hasil survei menjelang Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. “Soal survei saya sering dapat pertanyaan survei itu dan saya ingat Pilkada Jakarta kami tidak pernah nomor satu hasilnya,” ujar Anies kepada wartawan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (7/5).
“Bahkan seminggu sebelum Pilkada kami ditempatkan nomor tiga, kami sudah terbiasa ditempatkan nomor tiga,” katanya.
Faktanya, pasangan Anies-Sandiaga memenangkan Pilkada DKI dengan mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Meski kerap di posisi terbawah dalam simulasi tiga nama, Anies tetap optimistis bisa memenangkan pilpres yang akan datang.
“Kami tetap optimis untuk bisa memenangkan dalam sebuah kompetisi pilpres nanti. InsyaAllah,” katanya.
Baca juga: Jokowi The Real King Maker Pilpres 2024…
Anies tentu boleh optimistis, apalagi pemungutan suara pilpres masih cukup lama, yakni Februari 2024. Masih cukup waktu untuk membalikkan keadaan, terutama di masa kampanye nanti.
Hanya, Anies dan timses beserta tiga partai pengusungnya di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (Nasdem, Demokrat dan PKS) tentu menyadari bahwa medan Pilpres 2024 berbeda dengan Pilkada DKI 2017.
Mungkinkah Anies batal nyapres gara-gara elektabilitasnya stagnan atau bahkan cenderung mengalami penurunan…

