JAKARTA (Sketsa.co) — Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kembali menggelar pertemuan pada Rabu (24/5) pagi. Mereka membahas kelanjutan koalisi inti antara Golkar dan PKB untuk membentuk koalisi besar.
Nusron Wahid, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Presiden Partai Golkar, menyatakan bahwa pertemuan tersebut membahas mengenai kerjasama antara PKB dan Golkar, yang akan membentuk koalisi besar.
Menurut dia, koalisi ini akan terdiri dari gabungan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diisi Gerindra-PKB, dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dihuni Golkar, PPP, dan PAN.
Nusron mengungkapkan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden akan berasal dari masing-masing koalisi. Capres akan diusung Koalisi Gerindra-PKB, sedangkan cawapres akan berasal dari KIB.
Dalam akun Instagram resminya, Airlangga memposting swafoto bersama Cak Imin. Menurut dia, Golkar dan PKB akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.
“Jaket kuning Golkar dan jaket hijau PKB insyaallah membawa Indonesia semakin cerah, sumringah, dan berkah, aamiin YRA,” tulis Airlangga.
Prabowo Capres
Agaknya, pencapresan Ketum Gerindra Prabowo Subianto tak terbendung lagi. Dengan elektabilitas yang belakangan makin moncer, kans Prabowo untuk menjadi kandidat presiden pada Pilpres 2024 tinggal selangkah lagi.
PKB sebagai mitra Gerindra di KKIR juga telah memberikan dukungan atas pencapresan Prabowo. Kini, KKIR tengah menjajaki kemungkinan bergabungnya partai lain dalam wadah koalisi besar, terutama yang tergabung dalam KIB.
Partai di KIB yang tampak intensif menjalin komunikasi dengan PKB adalah Golkar, dan partai ini juga memberi isyarat siap mendukung pencapresan Prabowo.
Kini, rencana pembentukan koalisi besar itu menyisakan teka-teki siapa kandidat cawapres pendamping Prabowo. Entah Cak Imin, Airlangga Hartarto atau bahkan sosok lain, misalnya yang santer disebut ada Menteri BUMN Erick Thohir atau Menko Polhukam Mahfud MD.
Baca juga: Saat Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Berkejaran, Anies Posisi Ketiga
Juru Bicara Pemenangan Pemilu Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono mengatakan Ketum PKB Muhaimin Iskandar merupakan calon terkuat untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto saat ini.
PKB sejauh ini memang juga mengusulkan Cak Imin untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo di Pilpres 2024. “Saya rasa Gus Muhaimin adalah calon terkuat jadi cawapres-nya Pak Prabowo,” ujar Budisatrio saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/5).
Sebelumnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani membuka kemungkinan Erick Thohir menjadi cawapres Prabowo, namun hal itu harus mendapatkan restu dari Cak Imin.
Pasalnya, Gerindra dan PKB sudah tergabung dalam KKIR di mana salah satu isi kesepakatan koalisi adalah pasangan capres-cawapres yang diusung koalisi ini diputuskan oleh Prabowo dan Cak Imin.
Sejumlah hasil survei menyebutkan duet Prabowo-Erick punya kans besar untuk memenangkan kontestasi pilpres mendatang. Jadi siapa bakal cawapres untuk Prabowo…

