JAKARTA (Sketsa.co) — Legenda musik dunia, Tina Turner, telah berpulang pada usia 83 tahun di kediamannya dekat Kota Zurich, Swiss, Rabu (24/5).
Bernard Doherty, juru bicara Tina Turner, mengabarkan bahwa sang penyanyi legendaris itu meninggal dalam damai setelah menderita sakit berkepanjangan, seperti dikutip People.
Tina Turner yang dikenal sebagai Ratu Rock n Roll adalah seorang ikon musik yang terkenal dengan suara kuatnya, energi panggung yang menggebu-gebu, dan gaya hidup yang memukau.
Dia lahir pada tanggal 26 November 1939,dengan nama Anna Mae Bullock, di Nutbush, Tennessee, Amerika Serikat.
Tina Turner memulai karirnya di dunia musik pada tahun 1950-an ketika dia bergabung dengan Ike Turner, seorang musisi R&B terkenal saat itu.
Mereka membentuk duo Ike & Tina Turner dan menjadi populer dengan lagu-lagu seperti “River Deep – Mountain High” dan “Proud Mary”. Tina Turner, dengan suaranya yang kuat dan kemampuannya yang luar biasa dalam menghidupkan lagu, menjadi sorotan dalam penampilan panggung mereka.
Namun, pernikahan dan kolaborasi musik Tina dengan Ike Turner tidak selalu berjalan baik. Dia mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan situasi yang sulit selama hubungan mereka.
Pada tahun 1976, Tina akhirnya meninggalkan Ike dan mengajukan perceraian. Setelah perceraian mereka, Tina mengambil kendali atas karirnya sendiri dan melanjutkan solo.
Pada tahun 1980-an, Tina Turner mencapai popularitas yang luar biasa dengan album solonya yang berjudul “Private Dancer”. Album ini mencetak hit-hit seperti “What’s Love Got to Do with It”, “Private Dancer”, dan “We Don’t Need Another Hero”. Sukses ini mengukuhkan Tina sebagai salah satu penyanyi solo terbesar di dunia.
Energik di Panggung
Tina Turner terkenal karena penampilannya yang energik dan memukau di atas panggung. Dia dikenal dengan gerakan tarian yang ikonik dan suaranya yang kuat yang dapat memenuhi stadion besar.
Tina seperti hendak merayakan kebebasan dan kekuatan wanita dalam penampilannya, dan dia menjadi panutan bagi banyak penggemar dan musisi lainnya.
Puncak karirnya adalah pada tahun 1985 ketika dia tampil di konser amal “Live Aid” di Stadion Wembley, London. Penampilan energiknya yang memukau di hadapan ribuan penonton langsung dan jutaan pemirsa di seluruh dunia membuatnya menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam sejarah musik.
Baca juga: Ini Alasan Banyak Anak Muda Menyukai Coldplay
Setelah sukses besar dalam karir solonya, Tina Turner juga mengalami berbagai tantangan pribadi. Dia melawan kanker usus besar pada tahun 2013 dan mengumumkan pensiun dari tur musik pada tahun 2009. Namun, warisan musiknya tetap abadi dan pengaruhnya dalam dunia musik tidak dapat disangkal.
Pada tahun 2021, Tina Turner merilis autobiografinya yang berjudul “My Love Story”. Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang kehidupannya, termasuk tantangan yang dihadapinya dan bagaimana dia mampu bangkit melalui tantangan tersebut.
Secara keseluruhan, Tina Turner adalah seorang ikon musik yang tak tergantikan. Suaranya yang kuat, bakat panggungnya yang luar biasa, dan ketekunan dalam menghadapi kesulitan telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Dia adalah simbol kekuatan, kebebasan, dan semangat dalam dunia musik, dan gelarnya sebagai Ratu Rock and Roll tidak pernah pudar.

