JAKARTA (Sketsa.co) — “Hidup AHY,” teriak Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi menyapa AHY di hadapan ribuan kader yang memadati Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5) dalam hajatan puncak acara Milad ke-21 PKS.
Turut hadir dalam acara itu Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Waketum Partai NasDem Ahmad Ali turut hadir dan duduk di jajaran petinggi Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
“Doakan aje supaya menjadi apa yang diinginkan (AHY sebagai bakal cawapres),” ujar Aboe Bakar yang diamini kader PKS.
Bakal capres KPP Anies Baswedan dan istrinya juga turut hadir. Tampak pula Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Waketum Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas serta petinggi Demokrat lainnya.
Tak bisa ditafsirkan lain bahwa teriakan lantang Aboe Bakar “hidup AHY” seperti hendak mengirimkan pesan khusus kepada para petinggi Demokrat dan Nasdem bahwa PKS memberi dukungan kepada AHY sebagai kandidat cawapres pendamping Anies Baswedan.
Sejauh ini, KPP yang dibentuk oleh Nasdem, Demokrat dan PKS telah mengerucutkan lima kandidat cawapres pendamping bakal capres Anies Baswedan.
Meski belum atau tidak dirilis siapa saja lima kandidat cawapres yang telah masuk dalam nominasi tersebut, namun salah satu nama yang hampir bisa dipastikan masuk adalah AHY, yang sejak awal memang disodorkan dan didorong oleh Demokrat.
Nominasi Masih Berjalan
Anies sendiri sebagai penerima mandat untuk memilih dan menentukan bakal cawapres pendampingnya, belum memperlihatkan gelagat apapun untuk memilih sosok tertentu.
“Terkait dengan penominasian masih berjalan, bisa laki-laki bisa perempuan,” kata Anies menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela perayaan Milad ke-21 PKS di Istora Senayan, tersebut.
“Semua masih dalam proses dan kita Insya Allah ingin agar yang nanti diumumkan itu memiliki efek kejut bagi semuannya,” katanya.
Namun, menguatnya peluang AHY untuk menjadi bakal cawapres Anies makin kentara mengingat dari sisi “gagasan dan semangat perubahan” yang dijadikan jargon utama koalisi partai pengusung Anies, AHY tampak yang paling memenuhi kriteria itu.
Tanpa ragu dan penuh energi, AHY beberapa waktu terakhir kerap memberikan pernyataan kritis terhadap pemerintahan Presiden Jokowi, misalnya soal utang luar negeri yang membengkak, kesulitan ekonomi masyarakat, juga soal isu kemunduran demokrasi, serta Jokowi yang terlihat aktif dukung-mendukung kandidat capres.
Di sisi lain, sejumlah politisi Nasdem yang sebelumnya tampak kurang sreg dengan kemungkinn AHY menjadi cawapres pendamping Anies, belakangan terlihat menahan diri.
Baca juga: Relawan Jokowi di Antara Pencapresan Ganjar dan Prabowo
Nah, dengan prahara penetapan status tersangka korupsi terhadap Menkominfo sekaligus Sekjen Nasdem Johnny G. Plate oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi BTS Bakti Kemenkominfo yang merugikan negara Rp 8,3 triliun, suka tak suka posisi Nasdem turut terdampak.
Saat ini, harus diakui, posisi Nasdem dalam KPP turut melemah. Hal ini tentu saja memberi peluang lebih besar kepada Demokrat untuk mendorong AHY sebagai bakal cawapres Anies.
Di sisi lain, PKS sejak awal memang tak keberatan dengan AHY. Pun Anies Baswedan, nyaris tak punya pilihan lain karena posisi tawarnya memang lemah, karena bukan ketua partai manapun.
Jadi “hidup AHY” yang diteriakkan Aboe Bakar Alhabsyi seperti hendak mengonfirmasi bahwa putra sulung Presiden ke-6 RI SBY tersebut akan melaju sebagai bakal cawapres pendamping bacapres Anies Baswedan.

