JAKARTA (Sketsa.co) — Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali tiba-tiba berbicara tentang pentingnya partai yang berada di luar pemerintah untuk merawat keseimbangan dalam demokrasi.
“Adalah kewajiban bagi kita yang harus dipenuhi untuk menjaga demokrasi. Karena pemerintahan yang demokratis membutuhkan oposisi, membutuhkan partai yang di luar pemerintahan untuk melakukan (koreksi dan kritik) terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah ketika pemerintah tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” ungkap Ahmad Ali saat memberikan sambutan di acara Milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5).
Ali lalu memuji PKS yang berada di luar pemerintahan. “Peran itu yang telah dikembangkan PKS selama 10 tahun pemerintahan yang ada. Posisi PKS yang berada di luar pemerintahan tidak mengurangi kontribusi PKS untuk memberikan sumbangan pikiran, koreksi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Dia lalu menyebut bahwa langkah Nasdem berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat bukanlah pilihan yang mudah. “Tentunya itu bukanlah pilihan yang mudah bagi Partai Nasdem,” katanya.
“Karena kita harus berada di luar pemerintahan, bukan berarti kita benci pemerintahan,” Ahmad Ali menambahkan.
Pernyataan Ahmad Ali di atas dengan gamblang mengisyaratkan bahwa Nasdem siap “cabut” dari koalisi partai pendukung pemerintahan Jokowi.
Terkait Kasus Johnny Plate
Isyarat keluar dari koalisi pro-Jokowi itu mudah diduga terkait dengan peristiswa penetapan tersangka Menkominfo/Sekjen Nasdem Johnny G. Plate dalam kasus korupsi BTS Bakti Kemenkominfo yang merugikan negara hingga Rp 8,3 triliun.
Ada kekecewaan berbalut kemarahan yang menyeruak dari sejumlah elite Nasdem menyikapi status tersangka yang dilekatkan Kejaksaan Agung kepada Johnny Plate tersebut.
Baca juga: Sinyal AHY Bakal Cawapres Anies Makin Kuat
“Terlalu mahal dia (Johnny Plate) untuk diborgol dalam kapasitas dirinya sebagai menteri, sebagai sekjen partai. Terlalu mahal…terlalu mahal,” kata Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Rabu (17/5) saat menanggapi penetapan tersangka atas diri Johnny Plate, yang langsung diborgol dan ditahan di Rutan Salemba, Jakarta, hari itu juga.
Saat ini, masih ada dua nama kader Nasdem yang menjadi menteri di pemerintahan Jokowi, yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Adakah dengan isyarat Nasdem bakal memperjelas dirinya sebagai partai oposisi seperti disinyalkan dari pernyataan Ahmad Ali di atas, Nasdem bakal segera menarik Siti Nurbaya Bakar dan Syahrul Yasin Limpo dari kabinet sebagai konfirmasi ketegasan memilih berada di luar pemerintahan…

