JAKARTA (Sketsa.co) — Hasil survei Charta Politika Indonesia mengungkapkan temuan mengejutkan yang menempatkan Menko Polhukam Mahfud MD sebagai salah satu kandidat calon wakil presiden dengan elektabilitas tertinggi.
Mahfud berada di peringkat ketiga di antara para bakal cawapres setelah Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Survei Charta dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling untuk pemilihan sampel. Margin of error survei ini diperkirakan sekitar 2,82%. Charta Politika melakukan wawancara tatap muka dengan para responden pada tanggal 2-7 Mei 2023.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan Sandiaga Uno menduduki peringkat pertama dengan elektabilitas 19,8% disusul Ridwan Kamil dengan elektabilitas hampir seimbang, yakni 18,4%.
“Kedua nama ini (Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil) telah bersaing selama enam bulan terakhir,” kata Yunarto dalam konferensi pers virtual, Senin (15/5).
Yunarto kemudian menyoroti kejutan dari peringkat ketiga, yaitu Mahfud MD dengan elektabilitas 15,2%. “Dan yang ketiga, yang mengejutkan, Pak Mahfud berada di peringkat ketiga dengan angka persentase belasan,” ujarnya.
Mahfud berhasil melampaui tingkat elektabilitas tokoh-tokoh lain seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Proaktif
Munculnya Mahfud dalam bursa cawapres potensial tentu saja tak lepas dari proaktifnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dalam mendorong penuntasan berbagai skandal korupsi, pencucian uang dan perkara hukum besar lain yang menyita perhatian publik setahun terakhir.
Yang mencolok adalah sikapnya yang lugas dan tegas terkait dengan penuntasan penanganan perkara pembunuhan Brigadir Nofriyansah Yosua Hutabarat, yang di kemudian hari membongkar keterlibatan Irjen Pol. Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam, yang akhirnya divonis pidana mati oleh PN Jaksel, dan kini perkaranya tengah berproses pengajuan kasasi di Mahkamah Agung.
Belakangan Mahfud aktif mendorong penuntasan penanganan dugaan pencucian uang Rp 349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan. Mahfud membentuk Satgas TPPU untuk penanganan masalah itu.
Keberanian, ketegasan, keterbukaan serta kecakapan intelektual Mahfud tampaknya berhasil menciptakan impresi kuat bahwa pakar hukum tata negara ini bisa menawarkan harapan untuk penguatan institusi penegakan hukum di negeri ini, terutama terkait dengan pemberantasan korupsi dan kejahatan besar lainnya.
Adalah seniman dan budayawan Eros Djarot yang mengusulkan kepada PDIP untuk menduetkan Ganjar Pranowo dengan Mahfud MD sebagai capres-cawapres pada pilpres mendatang. Eros yakin pasangan Ganjar-Mahfud akan meraih kemenangan pada pilpres. Menurut Eros, Mahfud adalah sosok yang merepresentasikan sebagai pemberantas korupsi.
Baca juga: Saat Imam Masjid Istiqlal Masuk Bursa Cawapres Ganjar Pranowo
Hal senada disampaikan seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa yang belakangan getol mendukung Mahfud MD sebagai capres maupun cawapres.
Seperti dikutip dari kanal You Tube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (16/5), Butet Kartaredjasa menilai Mahfud punya kemampuan intelektual, komitmen dan pengalaman lengkap baik di legislatif, yudikatif dan eksekutif.
“Pengalamannya itu luar biasa dan berani,” kata Butet seraya menambahkan bahwa Mahfud juga sosok orang Islam yang fasih sekali.
“Dan sangat moderat penuh toleransi, dan itulah Indonesia. Pak Mahfud itu seperti miniatur Indonesia,” ujarnya.

