Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Saat Golkar dan PKB “Berebut” Tiket Cawapres untuk Prabowo
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Saat Golkar dan PKB “Berebut” Tiket Cawapres untuk Prabowo
Politik

Saat Golkar dan PKB “Berebut” Tiket Cawapres untuk Prabowo

Tentu saja pekerjaan rumah terbesar bagi koalisi partai pendukung capres Prabowo adalah memilih dan menentukan nama cawapres, entah Cak Imin, Airlangga atau bahkan figur lain pemilik elektabilitas tinggi sebagai kandidat cawapres.

Last updated: Kamis, 11 Mei 2023, 11:19 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kostum hitam) dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Akhirnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi  mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024.

Selebihnya, PKB menghendaki sang ketua umum, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi bakal cawapres pendamping Prabowo, sedangkan Ketum Golkar Airlangga Hartarto menjadi ketua tim pemenangan pasangan tersebut.

Demikian poin penting yang disampaikan Kepala Bappilu Presiden perwakilan PKB, Faisol Riza, dalam konferensi pers usai pertemuan tim kecil Golkar dan PKB di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (10/5).

Faisol memastikan PKB menginginkan Cak Imin sebagai cawapres pendamping Prabowo. “Cak Imin kalau itu (cawapres untuk Prabowo),” tegasnya.

Sementara Ketua Bappilu Golkar yang menjadi utusan tim pemenangan “koalisi besar”, Nusron Wahid, memberi isyarat koalisi besar akan mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres 2024.

Namun, katanya usai pertemuan tim kecil Golkar dan PKB tersebut, Ketum Golkar Airlangga Hartarto harus menjadi cawapres pendamping Prabowo.

“Salah satu proporsal adalah Prabowo presiden, dan wakil presidennya dari KIB yaitu Airlangga Hartarto,” ujar Nusron.

Namun, dia menambahkan, usulan capres Prabowo dan cawapres Airlangga tersebut harus diterima oleh partai-partai yang ada di koalisi besar, seperti PKB dan PAN. Menurut Nusron, PKB dan Golkar selaku motor pembentukan koalisi besar sedang bekerja untuk mencari titik temu.

Seperti diketahui, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP terancam pecah karena PPP telah bergabung dengan PDIP mendukung pencapresan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Tinggal PAN

Jika Golkar mendukung pencapresan Prabowo, berarti tinggal Partai Amanat Nasional (PAN) yang belum menentukan posisi, apakah mengikuti langkah PPP mendukung Ganjar atau mendukung Prabowo.

Jika Golkar dan PAN akhirnya bergabung ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (Gerindra dan PKB) untuk mendukung pencapresan Prabowo, maka pembentukan koalisi besar yang selama ini diwacanakan dan direncanakan, bakal terdiri dari empat partai pro pemerintah.

Hanya, koalisi besar itu tak akan menyertakan PDIP dan PPP—dua partai pro pemerintah lainnya—yang sudah menjalin kerjasama untuk mengusung pencapresan Ganjar Pranowo.

Baca juga: Mengapa Kaum Oposisi Rame-rame “Serang” Jokowi?

Jika itu yang terjadi, maka yang dikatakan Romahurmuziy, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, benar adanya, bahwa enam partai pro-Jokowi kemungkinan akan terbagi menjadi dua koalisi partai dengan dua capres berbeda, yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Tentu saja pekerjaan rumah terbesar bagi koalisi partai pendukung capres Prabowo adalah memilih dan menentukan nama cawapres, entah Cak Imin, Airlangga atau bahkan figur lain pemilik elektabilitas tinggi sebagai kandidat cawapres.

Harus diakui, dalam berbagai hasil survei elektabilitas, baik Cak Imin maupun Airlangga, tingkat keterpilihannya sebagai kandidat cawapres tak cukup kompetitif, sehingga diperkirakan tak akan banyak menyumbang penguatan elektoral bagi Prabowo sebagai capres…

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: cawapres untuk Prabowo, Golkar, koalisi Pilpres 2024, PKB, Prabowo Subianto
Raden Parwoto 11 Mei 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Ini Alasan Mengapa Banyak Turis Australia di Bali
Next Article Manuver Sandiaga Siap Gabung PKS Usai “Gagal” Jadi Cawapres Ganjar?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?