JAKARTA (Sketsa.co) — Menparekraf Sandiaga Uno mengisyaratkan siap bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah keluar dari Partai Gerindra.
“Rasanya kepengen saya berjuang kembali bersama teman-teman PKS,” ujar Sandiaga, Selasa (9/5).
Sandi mengaku sudah berjuang berkali-kali bersama PKS di dunia politik. Menurutnya, PKS sudah terbukti selalu berjuang dengan hati.
“PKS ini komitmennya terhadap NKRI luar biasa. Mudah-mudahan, jika kita berdoa, Insya Allah dibukakan jalan untuk berjuang bersama,” katanya.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menegaskan PKS terbuka terhadap Sandiaga Uno. Dia juga mengisyaratkan Sandiaga bisa dipasangkan sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan.
“Kalau memang nanti Pak Sandi kemudian Pak Anies bisa chemistry, kemudian juga hasil analisis kita di survei juga peluang menang untuk 2024, ya bukan hal yang mustahil, mungkin kita akan usung kembali,” ujar Syaikhu, di kantor KPU RI, Jakarta, Senin (8/5).
Sandiaga Uno pernah menjadi calon wagub DKI Jakarta berduet dengan cagub Anies Baswedan dan berhasil memenangkan Pilgub DKI 2017 dengan mengalahkan petahanan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Gagal Dampingi Ganjar?
Sejumlah pengamat politik menilai manuver Sandiaga Uno siap gabung PKS mengindikasikan bahwa peluangnya untuk menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo relatif kecil atau bahkan telah sirna.
Sebelumnya, saat pamit dari Gerindra beberapa waktu lalu, beredar spekulasi yang menyebutkan Sandiaga bakal gabung PPP untuk didorong sebagai cawapres pendamping Ganjar, yang telah dideklarasikan sebagai capres PDIP. PPP diketahui telah mendukung pencapresan Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Sandiaga sendiri sejauh ini belum atau batal bergabung dengan PPP, sampai kemudian muncul isyarat darinya untuk gabung PKS. “Rasanya kepengen saya berjuang kembali bersama teman-teman PKS.”
Masalahnya adalah, kalaupun bergabung dengan PKS, tak ada jaminan sama sekali bahwa Sandiaga bakal menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan. Betapa tidak?
Baca juga: Saat Golkar dan PKB “Berebut” Tiket Cawapres untuk Prabowo
Meski PKS memberi isyarat siap mengusung Sandiaga Uno sebagai bakal cawapres Anies, namun hal itu mesti dikomunikaikan dan dibahas dengan mitra koalisi lainnya dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), yakni Nasdem dan Demokrat.
Di sinilah letak soalnya. Demokrat sejak awal menolak Sandiaga Uno sebagai kandidat cawapres Anies, karena yang bersangkutan dinilai bukan figur pro-perubahan, tapi kolaborator.
Demokrat tampak sangat resisten dengan sosok Sandiaga, bahkan terhadap munculnya wacana kemungkinan menjadikan Menko Polhukam Mahfud MD sebagai cawapres Anies. Demokrat hampir pasti menolak keras dua nama ini—Sandiaga dan Mahfud—sebagai sosok yang akan menjadi cawapres Anies.
Pertanyaan yang tersisa, kalau gagal juga jadi cawapres pendamping Anies, akankah Sandiaga balik ke Gerindra?

