Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Enam Partai Bertemu Jokowi, Skenario Dua Koalisi Capres Mengemuka
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Enam Partai Bertemu Jokowi, Skenario Dua Koalisi Capres Mengemuka
Politik

Enam Partai Bertemu Jokowi, Skenario Dua Koalisi Capres Mengemuka

Sejumlah pengamat politik meyakini bahwa jika pilpres mendatang diikuti tiga pasangan capres-cawapres, maka kemungkinan akan berlangsung dua putaran.  Di titik ini, dua koalisi pro pemerintah itu akan saling memberi dukungan jika salah satu di antara capres yang diusung lolos ke putaran kedua pilpres berhadapan dengan Anies.

Last updated: Rabu, 3 Mei 2023, 10:14 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
(dari kiri ke kanan: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menhan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi dalam suatu acara panen padi di Jateng, beberapa waktu lalu. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Tak ada kejutan atau hal luar biasa dari pertemuan Presiden Jokowi dengan enam ketua umum partai koalisi pendukung pemerintah, minus Ketum Partai Nasdem Surya Paloh di Istana Negara tadi malam (Rabu/2/5).

Kabarnya, kehadiran Ketum PDIP Megawati soekarnoputri, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Plt. Ketum PPP Mardiono serta Ketum PAN Zulkifli Hasan itu lebih bernuansa halalbihalal diawali makan malam.

Ini adalah kali pertama di tahun 2023 Jokowi mengundang dan mengumpulkan para ketum partai pendukung pemerintah—minus Nasdem—dalam suatu forum bersama menjelang perhelatan Pemilu 2024.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy sebelumnya menyebutkan pertemuan itu akan membahas tindaklanjut rencana pembentukan koalisi besar sekaligus membahas kemungkinan menduetkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sebagai capres-cawapres.

Namun, agaknya spekulasi yang disebutkan Romy—sapaan Romahurmuziy—tak benar-benar menjadi kenyataan, setidaknya menurut pengakuan para ketum yang ditanya wartawan usai mengikuti pertemuan tersebut.

Pembicaraan, terutama yang disampaikan Jokowi, lebih fokus soal tantangan ekonomi ke depan. Politik, dan pembahasan soal koalisi besar, kabarnya hanya disinggung sekilas, tapi bukan jadi inti pertemuan.

Dua Capres

Yang menarik adalah pernyataan Romy bahwa kalau pada akhirnya Prabowo tidak bersedia menjadi cawapres pendamping Ganjar yang sejauh ini sudah didukung PDIP dan PPP, kemungkinan kekuatan partai pendukung pemerintah akan dibagi untuk mendukung dua kandidat capres mengingat elektabilitas Ganjar dan Prabowo sama-sama tinggi.

Dengan kata lain, PDIP, PPP dan mungkin satu-dua partai lagi—bisa Golkar dan atau PAN—berkoalisi mengusung Ganjar, sedangkan Gerindra dan PKB serta Golkar atau PAN mengusung Prabowo.

Dengan demikian, rencana pembentukan koalisi besar hampir bisa dipastikan buyar, dan enam partai pro pemerintah membagi kekuatan dengan mengusung dua pasangan capres-cawapres berbeda.

Baca juga: Ganjar Capres, Rencana Koalisi Besar Pun Buyar

Jika skenario itu yang akhirnya terealisasi, besar kemungkinan Pilpres 2024 akan diikuti tiga capres, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan yang sudah lebih dulu dicapreskan Nasdem, Demokrat dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Sejumlah pengamat politik meyakini bahwa jika pilpres mendatang diikuti tiga pasangan capres-cawapres, maka kemungkinan akan berlangsung dua putaran.  Di titik ini, dua koalisi pro pemerintah itu akan saling memberi dukungan jika salah satu di antara capres yang diusung lolos ke putaran kedua pilpres berhadapan dengan Anies.

Sebaliknya, jika dua capres yang diusung dua koalisi partai pro pemerintah yang lolos di putaran kedua, maka mereka akan dibiarkan berkompetisi tanpa endorsement spesial dari Jokowi.  Ini artinya, Ganjar dan Prabowo akan berlaga di putaran final pilpres…

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: dua capres, Ganjar Pranowo, Koalisi Besar, Prabowo Subianto, Presiden Jokowi, Romahurmuziy
Raden Parwoto 3 Mei 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Ganjar Capres, Rencana Koalisi Besar Pun Buyar
Next Article Benarkah Cak Imin Galang Kekuatan Alternatif?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?