JAKARTA (Sketsa.co) — Akhirnya Menparekraf Sandiaga Uno resmi menyatakan keluar dari Partai Gerindra dan segera bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pertanyaannya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan mendapat posisi apa di PPP?
Gosip politik yang ramai berkembang menyebutkan Sandiaga tengah mengincar posisi cawapres. Pertanyaan berikutnya, menjadi cawapres untuk siapa?
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa Sandiaga merupakan salah satu nama yang cocok menjadi bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo yang sudah resmi dicapreskan PDIP.
Merespons hal itu, Plt. Ketua Umum PPP Mardiono mengatakan bahwa Sandiaga cocok menjadi cawapres Ganjar. “Menurut saya, cocok karena waktu itu Pak Presiden (bilang) cocok. Jadi, Pak Ganjar dengan Pak Sandi cocok,” katanya, Minggu (23/4).
Sebenarnya, sosok Menparekraf itu tak hanya “cocok” menjadi bakal cawapres Ganjar. Sejak lebih dini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun mengincar Sandiaga untuk dipasangkan dengan capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.
PKS tampaknya ingin mengulang kisah sukses duet Anies-Sandiaga ketika memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017. Dalam beberapa waktu terakhir, Sandiaga juga tampak akrab dengan jajaran petinggi PKS.
Eksistensi Sandiaga menjadi menarik dalam konstelasi perpolitikan nasional jelang Pilpres 2024, karena selain memiliki elektabilitas yang memadai untuk posisi cawapres, dia juga sosok yang dianggap terampil dalam urusan pengadaan logistik kampanye.
Logistik Kampanye
Sepotong cerita bagaimana Sandiaga mengusahakan mencarikan dana talangan awal untuk kampanye bagi Anies di Pilkada DKI 2017 memberi kesan bahwa dia figur yang cekatan dalam urusan pengadaan logistik.
Sandiaga juga menarik bagi partai-partai bercorak Islam seperti PPP dan PKS karena kehadirannya dinilai sebagai simbol representasi pengusaha muda sukses yang kental nuansa kemuslimannya. Sandiaga itu seperti “paket komplit”: pengusaha muslim muda sukses!
Baca juga: Dilema Prabowo, Jadi Cawapres Ganjar atau Tetap Nyapres
Dengan berlabuh ke PPP, sesungguhnya Sandiaga berpeluang untuk menjadi kandidat cawapres bagi tiga sosok bakal capres yang ada, baik Ganjar Pranowo, Anies Baswedan maupun Prabowo Subianto.
Ya, Prabowo sangat mungkin menggaet Sandiaga lagi sebagai cawapres. Jika ini yang terjadi, akan menjadi fenomena menarik. Dengan menjadi cawapres pendamping Prabowo lewat jalur PPP, itu sekaligus akan menambah kekuatan baru bagi koalisi Gerindra dan PKB.
Apakah mungkin duet Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019 terulang kembali di Pilpres 2024? Tak ada yang tak mungkin dalam politik…

