JAKARTA (Sketsa.co) — Immanuel Ebenezer, mantan Ketua Ganjar Pranowo Mania yang kemudian mengalihkan dukungan ke Prabowo Subianto dengan membentuk Prabowo Mania 08, akan undur diri jika Ketum Gerindra tersebut menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo yang sudah resmi dicapreskan PDIP.
Noel, sapaan Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer, mengatakan jika Prabowo jadi cawapres pendamping Ganjar, pihaknya akan mundur.
“Kita akan cari opsi yang baik buat demokrasi kita. Bisa saja opsinya ke Anies. Tapi nggak mungkin ke Ganjar,” ungkap Noel kepada wartawan, Sabtu (22/4).
Spekulasi tentang kemungkinan Prabowo menjadi bakal cawapres untuk mendampingi Ganjar mengemuka setelah PDIP mendeklarasikan pencapresan Gubernur Jawa Tengah itu melalui pengumuman resmi yang disampaikan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jumat (21/4).
Dengan pendeklarasian tersebut, ruang yang tersisa untuk dinegosiasikan partai lain yang ingin berkoalisi dengan PDIP menghadapi Pilpres 2024 adalah posisi cawapres. Nah, pada titik ini, seandainya Gerindra akhirnya merapat ke PDIP, hampir bisa dipastikan Prabowo akan menjadi bakal cawapres.
Dari berbagai simulasi survei dan analisis para pengamat politik, jika Ganjar-Prabowo berpasangan, siapapun yang menjadi capres atau cawapres, peluangnya untuk memenangkan pilpres mendatang sangat besar dan mudah.
Masalahnya, bersediakah Prabowo menjadi cawapres pendamping Ganjar?
Tak Mudah
Ini tentu bukan persoalan mudah, mengingat Gerindra secara resmi sudah memutuskan Prabowo sebagai bakal capres. Di sisi lain, Gerindra saat ini sudah menjalin koalisi bersama PKB dengan membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
KKIR telah memenuhi persyaratan presidential threshold untuk mendaftarkan pasangan capres-cawapres ke KPU nantinya. Artinya, secara teknis, tak ada kendala bagi Prabowo untuk tetap maju di arena pilpres.
Selain itu, elektabilitas Prabowo sebagai kandidat presiden juga tinggi. Bahkan, beberapa hasil survei mutakhir menyebutkan elektabilitas Prabowo menjadi yang tertinggi, disusul dua nama lainnya, yakni Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Baca juga: Siapa Bakal Cawapres Terkuat untuk Ganjar?
Dengan demikian, nyaris tak ditemukan alasan bagi Prabowo dan Gerindra untuk harus berkoalisi dengan PDIP dan hanya menerima tawaran menjadi bakal cawapres untuk Ganjar.
Kesimpulannya jelas: kalau sekadar membidik jadi wapres, itu bukan hal sulit bagi Prabowo meraihnya seandainya bersedia “mengalah” dengan menjadi pendamping Ganjar.
Sebaliknya, peluang menjadi presiden pun tetap terbuka meski mungkin harus melalui pertarungan sengit di laga pilpres dua putaran seandainya diikuti tiga pasangan calon.

