JAKARTA (Sketsa.co) — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menawari Menko Polhukam Mahfud MD sebagai kandidat cawapres pendamping Anies Baswedan, namun pakar hukum tata negara itu tidak memberikan jawaban spesifik.
“Saya tak menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’,” kata Mahfud, dalam keterangannya, Selasa (18/4) petang. “Sebab, fokus saya adalah mengawal pemilu agar berlangsung sesuai kalender.”
Mahfud mengemukakan hal itu terkait dengan isi pembicaraannya saat ditemui Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sabtu (15/4). Mahfud mengaku ada pembicaraan mengenai skema capres dan cawapres untuk Pilpres 2024, meski hanya sekilas.
Sebaliknya, Mahfud justru mengatakan bahwa yang harus diutamakan adalah agar koalisi tiga parpol pendukung Anies tetap solid supaya tiket yang sudah di tangan tidak hilang.PKS tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama Partai Nasdem dan Partai Demokrat yang sepakat mendukung pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Mahfud juga mengusulkan agar PKS berhati-hati dalam memilih cawapres pendamping Anies. “Jangan sampai mengajak cawapres dari luar parpol tapi koalisinya malah pecah,” katanya.
Anti Korupsi
Ya, nama Mahfud memang belakangan dimunculkan oleh sejumlah pihak untuk menjadi kandidat cawapres, baik untuk mendampingi Ganjar Pranowo (kalau dicapreskan PDIP), maupun untuk Anies Baswedan yang didukung KPP. Mahfud dinilai sebagai sosok yang diharapkan bisa lebih tegas melakukan pemberantasan korupsi.
Tak ayal lagi, meski elektabilitas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu terbilang biasa saja, namun gebrakannya dalam beberapa waktu terakhir banyak mendapat sorotan publik, misalnya saat mengungkap dugaan pencucian uang Rp 349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan.
Di sisi lain, Mahfud juga selalu tampil meyakinkan berdebat dan berargumentasi ketika melakukan rapat kerja atau rapat dengar pendapat dengan DPR. Kepakaran dan penguasaannya terhadap materi persoalan nyaris selalu memukau publik.
Tidak heran jika Mahfud dinilai memiliki kualifikasi sebagai kandidat potensial capres atau setidaknya cawapres. Pendek kata, tak ada yang meragukan kapasitas Mahfud, baik dari sisi integritas maupun kepakaran.
Baca juga: Koalisi Besar Bakal Jadi Koalisi Pro Prabowo?
Sekadar catatan, menjelang hajatan Pilpres 2019, Mahfud sempat digadang-gadang bakal menjadi cawapres pendamping Jokowi. Namun di menit-menit terakhir, lobi para pimpinan partai pendukung Jokowi memutuskan menggaet Ma’ruf Amin sebagai cawapres.
Saat ini, Mahfud yang pernah aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak tercatat sebagai kader partai manapun. Selebihnya, sosok berlatar belakang nahdliyin (NU) tersebut juga dikenal sebagai mantan Menteri Pertahanan di zaman Presiden Abdurrahman Wahid.

