JAKARTA (Sketsa.co) — Sering kali orang awam kebingungan membedakan antara tengah mengalami bell’s palsy atau terkena serangan stroke.
Hal itu terjadi karena keduanya — bell’s palsy dan stroke – merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi fungsi saraf dan menyebabkan gejala yang serupa.
Sebenarnya, ada beberapa perbedaan antara bell’s palsy dan stroke:
- Penyebab: Bell’s palsy biasanya disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saraf wajah, sementara stroke disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak.
- Gejala: Gejala bell’s palsy meliputi kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah, kesulitan dalam berbicara dan menelan, serta ketidakmampuan untuk menutup mata sepenuhnya. Pada stroke, gejalanya dapat bervariasi tergantung pada area otak yang terkena, tetapi biasanya meliputi kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara dan memahami bahasa, serta ada masalah keseimbangan dan koordinasi tubuh.
- Durasi: Bell’s palsy umumnya memiliki onset yang tiba-tiba dan gejalanya mencapai puncaknya dalam beberapa hari hingga satu pekan, dan kebanyakan orang akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Pada stroke, gejala dapat terjadi secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap dalam beberapa hari, dan prognosisnya tergantung pada seberapa cepat seseorang mendapatkan perawatan medis yang tepat.
- Perawatan: Pengobatan bell’s palsy biasanya melibatkan pemberian obat antivirus dan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan membantu memulihkan fungsi saraf. Pada stroke, pengobatan harus segera dilakukan dan dapat meliputi penggunaan obat pengencer darah, pemberian obat penghambat plasminogen aktivator (tPA), dan terapi rehabilitasi untuk memulihkan fungsi tubuh yang terpengaruh.
Baca juga: Inilah Ciri-ciri Pria Bernafsu Seks Besar
Jadi, meskipun bell’s palsy dan stroke memiliki beberapa gejala yang sama, penyebab dan pengobatannya berbeda dan perawatan yang tepat tergantung pada diagnosis yang akurat.
Oleh karena itu, penting untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala-gejala tersebut.

