Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Golkar Tolak Syarat PDIP Capres, Koalisi Besar Bakal Buyar?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Golkar Tolak Syarat PDIP Capres, Koalisi Besar Bakal Buyar?
Politik

Golkar Tolak Syarat PDIP Capres, Koalisi Besar Bakal Buyar?

Sebenarnya, sejak awal sudah diduga banyak pihak bahwa pembentukan koalisi besar partai pro pemerintahan Jokowi—minus Nasdem—tak akan mudah terealisasi. Pasalnya, ada benturan kepentingaan terkait dengan siapa yang akan diusung sebagai kandidat capres-cawapres.

Last updated: Selasa, 11 April 2023, 2:48 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Presiden Jokowi bersama lima pimpinan partai pro- pemerintah di Kantor DPP PAN, Jakarta, MInggu (2/4). (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Riak-riak penentuan bakal calon presiden-calon wakil presiden kumpulan partai yang akan membentuk koalisi besar sudah mulai muncul ke permukaan.

Setelah PDIP mensyaratkan jatah capres untuk bersedia gabung bersama koalisi besar, kini giliran Partai Golkar yang menyatakan kalau PDIP ngotot dengan syarat tersebut, sebaiknya tak usah gabung koalisi besar.

Sebelumnya, politisi PDIP Budiman Sujatmiko menegaskan partainya siap gabung koalisi besar dengan syarat partainya mendapat jatah capres.

Kini giliran Wakil Ketua Umum Golkar Nurdin Halid mengisyaratkan partainya akan menolak PDIP masuk koalisi besar jika tetap ngotot minta jatah capres.

“Kalau itu (ngotot capresnya kader PDIP) jangan masuk ke sini (koalisi besar),” kata Nurdin seperti dikutip CNNIndonesia TV, Senin (10/4).

Sementara itu, Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menepis anggapan bahwa dirinya sudah legowo apabila gagal diusung menjadi cawapres untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2024.

“Siapa bilang, hahahaha. Siapa bilang…,jangan ngarang ya,” kata Cak Imin usai bertemu Prabowo di kediaman Jl. Kertanegara, Jakarta, Senin (10/4).

Sebelumnya muncul wacana Prabowo dijodohkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai capres-cawapres apabila rencana pembentukan koalisi besar terwujud.

Sudah Diduga

Sebenarnya, sejak awal sudah diduga banyak pihak bahwa pembentukan koalisi besar partai pro pemerintahan Jokowi—minus Nasdem—tak akan mudah terealisasi.

Pasalnya, ada benturan kepentingaan terkait dengan siapa yang akan diusung sebagai kandidat capres-cawapres.

PDIP, misalnya. Ketum Megawati Soekarnoputri dalam pidato HUT ke-50 PDIP menegaskan bahwa partainya akan mengusung kader PDIP sebagai kandidat presiden.

Di sisi lain, Partai Gerindra juga telah memastikan bakal mengusung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres. Bahkan, sebelum muncul wacana koalisi besar, Gerindra telah berkoalisi dengan PKB membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Baca juga: Elektabilitas Salip Ganjar, Kans Prabowo Dicapreskan Koalisi Besar Menguat

Sementara Cak Imin sendiri digadang-gadang bakal menjadi cawapres seandainya KKIR akhirnya mengusung Prabowo sebagai capres, apalagi dalam kesepakatan koalisi disebutkan penentuan capres-cawapres KKIR ditentukan oleh Prabowo dan Cak Imin.

Jika masing-masing pihak tidak bisa menegosiasikan aspirasi dan ekspektasinya tentang capres-cawapres, kemungkinan rencana pembentukan koalisi besar akan buyar.

Seperti diketahui, sejak pertemuan lima pimpinan partai pro Jokowi di Kantor DPP PAN, Jakarta, beberapa waktu lalu, muncul rencana pembentukan koalisi besar untuk menghadapi Pilpres 2024.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Presiden Jokowi itu, lima pimpinan partai (Golkar, PPP, PAN, Gerindra dan PKB) tersebut membicarakan soal pembentukan koalisi besar untuk melanjutkan program-program pemerintahan Jokowi.

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Airlangga Hartarto, Budiman Sujatmiko, Koalisi Besar, Megawati Soekarnoputri, Muhaimin Iskandar, Nurdin Halid, Prabowo Subianto
Raden Parwoto 11 April 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Selayang Pandang Kota Tua Jakarta
Next Article Tips Mengendalikan Penyakit Diabetes dengan Biaya Murah
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?