JAKARTA (Sketsa.co) — Kota Tua Jakarta, yang juga dikenal sebagai “Old Batavia,” adalah pusat sejarah dan budaya Jakarta, ibu kota Indonesia saat ini.
Sebelum kemerdekaan Indonesia, kota ini dikenal sebagai Batavia dan merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan zaman Hindia Belanda.
Kota Tua Jakarta didirikan pada abad ke-16 oleh pedagang Portugis sebagai pusat perdagangan rempah-rempah. Kemudian pada abad ke-17, Belanda merebut kota ini dari Portugis dan membangunnya sebagai pusat perdagangan dan administrasi kolonial.
Sejak saat itu, penjajah Belanda berkuasa atas wilayah yang diberi nama Hindia Belanda.
Kota Tua Jakarta menjadi salah satu kota terpenting di Asia pada abad ke-18 dan ke-19. Pada masa itu, kota ini menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan batu bara, serta menjadi rumah bagi banyak perusahaan perdagangan internasional.
Namun, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, pusat perdagangan dan bisnis beralih ke pusat kota Jakarta yang baru dibangun, dan Kota Tua Jakarta mulai terbengkalai dan mengalami kerusakan.
Baca juga: Selayang Pandang Pecinan Glodok
Pada 1972, pemerintah Indonesia memulai proyek rehabilitasi Kota Tua Jakarta dengan tujuan memulihkan dan menjaga warisan sejarah dan budaya kota ini.
Proyek ini masih berlangsung hingga saat ini dan banyak bangunan bersejarah telah direstorasi kembali, membuat Kota Tua Jakarta menjadi daya tarik wisata utama di Jakarta.
Di musim liburan, Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi oleh warga sekitar Jakarta dan daerah lainnya. Banyak bangunan kuno yang masih berdiri kokoh di Kota Tua dan memiliki daya tarik tersendiri.

