JAKARTA (Sketsa.co) — Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyalip Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sehingga peluangnya untuk dicapreskan koalisi besar makin menguat.
Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkini menunjukkan Prabowo Subianto menduduki elektabilitas teratas dalam simulasi tiga nama bakal calon presiden (capres).
Ketua Umum Partai Gerindra itu memiliki elektabilitas 30,3%, disusul oleh Ganjar Pranowo 26,9% dan Anies Baswedan 25,3%, ungkap Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis hasil survei secara daring, Minggu (9/4/2023).
Dari hasil tersebut, Djayadi melihat adanya penurunan signifikan pada elektabilitas Ganjar. Dalam simulasi tiga nama capres, Ganjar turun 8% elektabilitasnya dibandingkan survei periode Februari 2023.
Sementara itu, Prabowo mengalami peningkatan elektabilitas sekitar 3,6% dari sebelumnya 26,7% menjadi 30,3%, sedangkan Anies cenderung stabil mengalami penguatan sedikit yakni 1,3%.
Djayadi menduga turunnya suara Ganjar beralih kepada responden yang menjawab tidak tahu atau belum memiliki pilihan untuk capres.
Survei tersebut digelar LSI pada 31 Maret hingga 4 April 2023 dengan pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) sebanyak 1.229 responden. RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Margin of error diperkirakan lebih kurang 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Dampak Penolakan
Tak pelak lagi, soal pernyataan penolakan Ganjar terhadap Timnas Israel untuk main dalam ajang pertandingan sepakbola Piala Dunia U-20 di Indonesia yang dikaitkan dengan keputusan FIFA membatalkan RI sebagai tuan rumah hajatan itu menjadi biang keladi ambrolnya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Seperti diketahui, sebagian kalangan meyakini pernyataan Ganjar tersebut memberi kontribusi yang pada akhirnya memicu FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, meski badan sepakbola dunia itu tak pernah memberikan alasan gamblang ihwal keputusannya tersebut.
Baca juga: Sepak Terjang Mahfud MD dan Peluangnya di Pilpres 2024
Namun persepsi sudah terlanjur terbentuk, dan sebagian menjadikan hal itu sebagai alasan yang mendasari penarikan dukungan terhadap Ganjar untuk menjadi capres. Tentu ini bukan soal salah-benar. Ini adalah soal persepsi dan keyakinan yang berujung pada sikap politik.
Yang pasti, hari-hari ini elektabilitas Prabowo menjadi yang tertinggi di antara dua kompetitornya sesama kandidat capres, yakni Ganjar dan Anies. Tentu saja hal itu berefek pada penguatan posisi Prabowo terhadap elite-elite partai lainnya yang tergabung dalam embrio koalisi besar.
Tak heran kalau sejumlah pimpinan partai mulai sibuk merapat ke Menteri Pertahanan tersebut. Kesimpulan sementara: kans Prabowo untuk dicapreskan koalisi besar makin besar…

