JAKARTA (Sketsa.co) — Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan sekonyong-konyong menyebut sebagian aura Presiden Joko Widodo berpindah ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Menurut BG—sebutan akrab Budi Gunawan—aura tersebut tercermin lantaran Prabowo sering mendampingi Jokowi turun ke masyarakat akhir-akhir ini. Dia menilai Prabowo ketularan kebiasaan Jokowi.
“Sering mendampingi Bapak Presiden, Bapak Jokowi turun, dan pada akhirnya hari ini kita menjumpai beliau berdua di sini,” ujar BG dalam acara peresmian Papua Youth Creative Hub di Jayapura, Selasa (21/3).
“Seluruhnya mulai melihat ada aura. Aura Pak Jokowi sebagian sudah pindah ke Pak Prabowo,” ujarnya yang memicu tawa Jokowi.
Prabowo yang duduk di samping Jokowi tampak tersenyum tersipu dan mengatupkan tangan ke arah Jokowi.
Menurut BG, selama ini Prabowo menganggap Jokowi sebagai guru. “Kita semua mendoakan untuk Pak Prabowo semoga sehat, lancar, dan sukses dalam kontestasi Pemilu 2024,” pungkasnya.
Pernyataan mantan calon Kapolri itu tentu menarik di tengah spekulasi bahwa Jokowi memberi semacam endorsement khusus kepada sosok Prabowo untuk maju dalam pilpres mendatang.
Sosok BG
BG itu bukan sosok biasa. Menjabat Kepala BIN usai batal dicalonkan sebagai Kapolri gara-gara ditersangkakan KPK era pimpinan Abraham Samad, BG dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pensiunan Komjen Polisi itu pernah menjadi ajudan Megawati saat menjabat Wapres (1999-2001) dan Presiden (2001-2004).
BG lolos dari proses hukum lebih lanjut di KPK karena keabsahan penersangkaan dirinya oleh lembaga antirasuah itu dibatalkan oleh putusan hakim tunggal Sarpin Rizaldi di PN Jakarta Selatan dalam gugatan praperadilan yang diajukan BG.
Meski gagal menjadi calon Kapolri, Presiden Jokowi kemudian menunjuk BG sebagai Kepala BIN pada September 2016. Jabatan itu dipegangnya hingga kini.
Kembali soal pernyataannya tentang “sebagian aura Jokowi pindah ke Prabowo”, tentu ini memiliki signifikansi politik tersendiri di tengah meruyaknya wacana menduetkan Prabowo dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres-cawapres pada pilpres mendatang.
BG tentu tidak sedang bercanda dngan membuat pernyataan seperti itu di muka umum, apalagi di depan Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo yang juga Ketum Partai Gerindra.
Baca juga:
Tren Elektabilitas Terus Menguat Picu Rasa Percaya Diri PDIP Capreskan Ganjar?
Benarkah Pilpres 2024 Hanya akan Diikuti Koalisi Pemerintah dan Oposisi?
Dengan kata lain, pernyataan BG bisa dianggap sebagai bagian dari rangkaian sinyal bahwa kalangan elite di lingkaran utama Presiden Jokowi tampaknya memang seperti bersepakat untuk mendukung pencapresan Prabowo.
Jika sinyalemen itu benar, maka kita sedang menunggu proses konslidasi koalisi di antara partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin yang dikomandani PDIP—minus Partai Nasdem yang mengambil langkah berbeda—untuk membahas dan pada akrhinya mencapai kesepakatan tentang sosok capres-cawapres yang akan diusung untuk berlaga di Pilpres 2024.
Kalau pada akhirnya Prabowo-Ganjar benar ditetapkan sebagai capres-cawapres koalisi partai pendukung pemerintah, berarti memang titik temu kepentingan partai-partai pendukung pemerintah bermuara pada dua sosok yang dianggap bakal dengan mudah memenangkan pilpres mendatang tersebut.

