JAKARTA (Sketsa.co) — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo yakin Pilpres 2024 hanya akan diikuti dua pasangan capres-cawapres.
Menurut dia, meskipun saat ini sudah terbentuk poros koalisi yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), dan Koalisi Perubahan, serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang belum menentukan arah koalisi, tapi hanya akan ada dua kubu yang bertarung.
“Kalau bicara soal calon, paling tidak sekarang ada beberapa kristalisasi, ada PDIP, ada KIB, ada Perubahan, ada Kebangkitan Indonesia Raya, tapi saya kok meyakini (hanya) ada dua kubu yang bertarung,” kata Bamsoet , sapaan akrab Ketua MPR itu, kepada pers, Minggu (19/3).
Sayangnya, dia tidak memberikan penjelasan lebih jauh tentang dua kubu yang kemungkinan bertarung di laga pilpres mendatang.
Namun, dari kecenderungan dinamika pencapresan akhir-akhir ini, agaknya keyakinan Bamsoet mengarah pada kubu koalisi partai pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin minus Nasdem berhadapan dengan kubu oposisi atau koalisi partai di luar pemerintahan, yakni Partai Demokrat, PKS plus Nasdem yang sudah memastikan mengusung bakal capres mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
KIB, KKIR dan PDIP diperkirakan akan bersatu untuk mengusung satu pasangan capres-cawapres. Jika melihat gelagat belakangan ini, duet yang akan diusung kubu koalisi pemerintah ini kemungkinan besar Ganjar Pranowo-Prabowo Subianto, atau sebaliknya, Prabowo-Ganjar.
Tentu saja semua partai yang terlibat dalam koalisi tersebut akan mendapatkan jatah pos menteri di kabinet secara proporsional merujuk pada pengalaman formasi Kabinet Indonesia Maju saat ini bila pasangan yang diusung berhasil tampil sebagai pemenang.
Pertemuan Jokowi-Megawati
Pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri akhir pekan lalu tampaknya menjadi perkembangan penting dalam gerak lambat konsolidasi koalisi partai-partai pendukung pemerintah untuk menghadapi pilpres mendatang.
Jokowi membenarkan bahwa dirinya memberi masukan dan usulan kepada Megawati terkait dengan soal capres.
“Yang jelas saya memberikan pandangan pandangan dari angka-angka yang kita miliki dan dari data yang kita miliki,” ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers di Gedung Dhanapala, Jakarta, Senin (20/3).
Kalau angka dan data yang dimaksud Jokowi terkait dengan hasil survei elektabilitas capres-cawapres, dua nama yang selama ini relatif dekat dan mendapat semacam “restu” Jokowi adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP akan mempertimbangkan saran Presiden Jokowi tentang capres 2024 yang telah disampaikan ke Megawati.
“Dialog antara Ibu Mega dan Pak Jokowi itu membahas bagaimana kepemimpinan yang satu napas sejak Bung Karno,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (20/3).

