JAKARTA (Sketsa.co) — Suka tak suka, harus diakui Megawati Soekarnoputri menjadi perempuan politisi yang sangat berpengaruh terhadap arah Pilpres 2024.
Pengakuan itu antara lain disampaikan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Politisi kawakan ini menuturkan semua partai politik masih menunggu keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai pasangan capres-cawapres untuk Pilpres 2024.
Menurut Yusril, hal itulah yang membuat koalisi parpol saat ini belum berani mengumumkan pasangan capres-cawapres 2024.
“Kita dengan sabar menanti, seperti apa keputusan yang akan beliau (Megawati) ambil. Kayaknya masih menunggu apa arah PDIP,” ujar Yusril seusai menggelar pertemuan dengan Plt. Ketum PPP Muhammad Mardiono di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3).
Di sisi lain, meski Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS sudah menyepakati Anies Baswedan akan diusung sebagai capres, namun hingga kini mantan Gubernur DKI Jakarta itu belum menentukan nama bakal cawapres yang akan menjadi pendampingnya di Pilpres 2024.
Ketua Departemen Polhukam DPP PKS Nabil Ahmad Fauzi menyebut cawapres Anies menunggu arah sikap politik PDIP.
“Semua pasti akan menunggu kapan PDIP tentukan sikap. Jadi selain kami anggap diri kami Koalisi Perubahan dan Anies itu game changer, game changer salah satunya lagi sikap PDIP,” kata Nabil kepada pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3).
Baca juga: Duet Prabowo-Ganjar Tinggal Nunggu “Restu” Megawati?
Faktanya, sejauh ini Koalisi Indonesia Bersatu/KIB (Partai Golkar, PPP dan PAN) belum menentukan capres-cawapres yang akan diusung meski koalisi tersebut sudah menenuhi persyaratan ambang batas pencapresan. Kabarnya, KIB menunggu sikap PDIP, terkhusus Megawati yang mendapat mandat partai untuk menentukan siapa kanididat capres yang akan diusung.
Sementara itu, kerjasama Partai Gerindra dan PKB dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) pun belum memastikan duet yang akan diusung, meski nama Menhan/Ketum Gerindra Prabowo Subianto menjadi yang paling berpeluang diusung koalisi tersebut.
Koalisi Bisa Berubah
Belakangan, dengan ramainya wacana kemungkinan skenario menduetkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto, koalisi partai bisa berubah formasinya.
Yang menarik, meski nyaris semua pihak menunggu keputusan PDIP ihwal nama kandidat capres yang akan diusung, sejauh ini Megawati tetap bergeming. Tak ada pernyataan secuil pun dari Megawati yang mengisyaratkan akan menunjuk nama tertentu sebagai bakal capres partai berlambang kepala banteng moncong putih.
Satu-satunya isyarat yang disampaikan Megawati saat pidato acara HUT ke-50 PDIP beberapa waktu lalu adalah PDIP akan mengusung capres yang merupakan kader partai sendiri. Akan halnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hanya memastikan nama bakal capres PDIP sudah dikantongi Megawati.
Kapan dideklarasikan atau diumumkan? Hasto hanya menjawab: menunggu momen yang tepat.

