JAKARTA (Sketsa.co) — Dua pekan terakhir, tak ada isu atau gosip politik yang seseru peluang menduetkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam hajatan Pilpres 2024.
Entah Ganjar sebagai capres atau cawapres, pun sebaliknya bagi Prabowo, skenario duet dua sosok itu telah menyita perhatian para pelaku politik di Tanah Air.
Nyaris semua talkshow televisi dan podcast politik menyinggung dan membahas kemungkinan menjodohkan Ganjar dan Prabowo dalam gelaran pilpres mendatang.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menegaskan partainya terbuka bagi Ganjar untuk berpasangan dengan Prabowo, tapi sebagai cawapres.
Hashim, yang juga adik kandung Prabowo, menegaskan tak mungkin Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai cawapres, karena lebih senior dan berpengalaman dibandingkan Ganjar yang lebih muda 15 tahun.
Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa PDIP tetap akan mengajukan kadernya sebagai capres. Dan soal nama capres, dia memastikan sudah ada di kantong Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Tinggal tunggu momentum untuk diumumkan.
Baca juga: Melalui Pidato Politik, AHY Berhasil Mendongkrak Posisi Tawar dalam Koalisi Perubahan?
Banyak pihak, termasuk beberapa analis politik, meyakini jika terjadi duet Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar, maka peluang pasangan ini memenangkan pilpres sangat besar. Pendek kata, duet ini akan menjadi sangat kuat karena saling melengkapi dari sisi penguatan basis pemilih.
Namun, sesungguhnya, memasangkan dua nama itu dalam paket capres-cawapres tak segampang melakukan swafoto bareng-bareng saat acara panen padi bersama Presiden Jokowi di Kebumen pada 9 Maret lalu, yang memunculkan spekulasi tentang skenario duet Ganjar-Prabowo di pilpres mendatang.
Dari Hati ke Hati
Terkait dengan peluang menduetkan Ganjar dan Prabowo, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai jika memang Prabowo hendak diusung sebagai capres berpasangan dengan Ganjar sebagai cawapres, mesti ada pembicaraan dengan elite PDIP, khususnya Megawati Soekarnoputri.
Menurut dia, jika ada pembicaraan dari hati ke hati yang melampaui persoalan elektabilitas dan posisi partai, ada kemungkinan Prabowo bisa disepakati sebagai capres berpasangan dengan Ganjar sebagai cawapres.
Tentu saja akan menjadi sesuatu yang menarik sekaligus mengejutkan jika pada akhirnya koalisi partai pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin – minus Partai Nasdem — melanjutkan kerjasama politik dengan menyepakati mengusung duet Prabowo-Ganjar pada pilpres mendatang.

