JAKARTA (Sketsa.co) — Antara Khofifah dan AHY, siapa yang paling berpeluang jadi bakal calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan?
Meski Anies Baswedan diberi mandat penuh oleh ketiga partai calon anggota Koalisi Perubahan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu niscaya akan mempertimbangkan usulan dan masukan Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memilih dan menentukan bacawapres yang akan mendampinginya di laga Pilpres 2024.
Sejauh ini, Anies baru menetapkan lima kriteria bacawapres ideal, yakni yang bisa memberi kontribusi signifikan pada pemenangan, bisa memperkuat barisan koalisi untuk perubahan, bisa membantu menjalankan pemerintahan dengan efektif, memiliki garis perubahan yang sama, dan chemistry untuk menghasilkan kerja bersama yang solid.
Dari aneka manuver dan pernyataan para elite petinggi Nasdem, Demokrat dan PKS, sejauh ini tiga nama mencuat sebagai bacawapres potensial pendamping Anies, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra/Menparekraf Sandiaga Uno. Dari tiga sosok itu, kini tampaknya mengerucut ke dua nama, yakni Khofifah dan AHY.
Nasdem agaknya tetap berharap Khofifah yang dipilih Anies sebagai bacawapres, mengingat berdasarkan hasil survei, elektabilitas Anies di Jatim, juga Jawa Tengah, relatif kecil.
Dengan Khofifah sebagai bacawapres, sosok ini diharapkan bisa mendongkrak elektabilitas Anies, terkhusus di Jatim, karena perempuan politisi senior tersebut dinilai memiliki akar pendukung kuat di provinsi tersebut.
Nahdliyin
Khofifah bukan saja punya pengalaman di ranah eksekutif pemerintahan sebagai menteri dan kini Gubernur Jatim, namun dia juga memiliki kelebihan sebagai sosok yang merepresentasikan kaum hawa sekaligus segmen pemilih Islam tradisional, yakni kalangan nahdliyin.
Dukungan kelompok nahdliyin menjadi penting karena segmen ini memiliki pangsa suara signifikan dalam mengontribusi pemenangan pasangan capres-cawapres manapun.
Baca juga: Membayangkan Skenario Duet Ganjar-Prabowo
Akan halnya AHY, jelas dia seorang Ketum Demokrat, yang pasti akan memperkuat koalisi jika dia menjadi bacawapres Anies. AHY pasti akan mengerahkan mesin partai untuk bekerja maksimal mengupayakan pemenangan.
Tentu juga jangan lupa, AHY itu putra SBY, yang sedikit-banyak masih punya pengaruh elektoral signifikan. Jejak kepemimpinan SBY dua periode sebagai presiden (2004-2014) tentu masih lekat dalam ingatan para pemilihnya.
Dengan kata lain, Khofifah memiliki kelebihannya sendiri, begitu pun dengan AHY. Tak mudah bagi Anies untuk menentukan sosok yang akan dipilihnya sebagai bacawapres. Kajian yang jernih disertai simulasi yang obyektif tentu akan memandu lebih meyakinkan siapa bacawapres paling ideal untuk diajak meraih kemenangan di Pilpres 2024…

