Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Pentingnya Cara Berpikir Ilmiah untuk Tangkal Hoaks
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Pentingnya Cara Berpikir Ilmiah untuk Tangkal Hoaks
NewsPublik

Pentingnya Cara Berpikir Ilmiah untuk Tangkal Hoaks

Pendek kata, dengan membiasakan diri berpikir logis dan selalu bersandar pada fakta empiris, maka secara tidak langsung kita telah membentengi diri dari bahaya informasi hoaks, palsu atau bohong.

Last updated: Jumat, 10 Maret 2023, 3:46 PM
By Siti Mutawaliah
Share
3 Min Read
Gambar ilustrasi/Istimewa
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Salah satu hal merisaukan di era banjir informasi saat ini adalah banyaknya informasi hoaks, palsu atau bohong yang menyebar demikian cepat melalui berbagai platform media sosial.

Dengan hampir semua orang memegang smartphone (gadget) sekaligus terkoneksi dengan media sosial, yang namanya informasi hoaks, palsu atau bohong itu begitu deras menyerbu ruang kesadaran kognitif setiap orang.

Yang terjadi acapkali si penerima informasi tak punya kesempatan untuk menyaring dan memilah mana informasi yang berdasarkan fakta atau sekadar informasi hoaks, palsu atau bohong.

Menurut Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, Chang Lih Kang, kurangnya pengetahuan dasar tentang prinsip-prinsip ilmiah membuat sebagian orang semakin mungkin mempercayai berita palsu yang sama sekali tidak masuk akal (malaysiakini.com).

“Sejujurnya, saya tidak terkejut ketika begitu banyak orang mulai menyebarkan dan mempercayai berita palsu selama pandemi. Saya pikir itu normal dalam konteks Malaysia karena tidak banyak orang yang benar-benar tertarik dengan sains dan teknologi,” katanya dalam suatu kesempatan.

Alhasil, karena tidak terbiasa berpikir dengan prinsip dasar ilmiah (yakni faktual, empiris dan logis) mereka gampang terpapar dan terpengaruh informasi hoaks, palsu atau bohong.

Berbahaya

Soal berbahayanya jika kita terpapar informasi hoaks, palsu atau bohong, kita sudah sama tahu. Pada intinya, informasi seperti itu menyesatkan. Nah, hal yang menyesatkan biasanya selalu berujung keburukan.

Analoginya sederhana: jika Anda memperoleh informasi ngawur soal alamat seseorang, maka Anda akan tersesat di jalan. Tersesat, apapun alasannya, jelas sesuatu yang merugikan. Rugi tenaga, rugi waktu dan mungkin rugi biaya.

Baca juga: Antara Khofifah dan AHY, Siapa Paling Berpeluang?

Masalahnya, jika informasi hoaks itu bersifat konfliktual, provokasi atau hasutan, hal itu bisa memicu pertentangan sosial, bahkan kerusuhan sosial. Misalnya hoaks yang terkait dengan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), ini sangat berbahaya sekali.

Karena itu, sangatlah penting membiasakan diri untuk melakukan cek dan ricek terhadap informasi, wabilkhusus yang terkait dengan isu-isu SARA yang rawan mengundang konflik dan pertikaian sosial dalam masyarakat majemuk.

Nah, cek dan ricek, mengklarifikasi kebenaran faktual dan empiris suatu informasi, menjadi hal yang sangat penting. Di sisi lain, cek dan ricek atau mengonfirmasi suatu informasi itu membutuhkan pemikiran yang jernih dan logis.

Pendek kata, dengan membiasakan diri berpikir logis dan selalu bersandar pada fakta empiris, maka secara tidak langsung kita telah membentengi diri kita dari bahaya informasi hoaks, palsu atau bohong.

Kesimpulannya: cara berpikir ilmiah adalah senjata pamungkas untuk menangkal hoaks!

 

 

 

 

 

 

You Might Also Like

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

TAGGED: bahaya informasi bohong, berpikir ilmiah, informasi hoaks, informasi palsu
Siti Mutawaliah 10 Maret 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Antara Khofifah dan AHY, Siapa Paling Berpeluang?
Next Article Mudik gratis, Mudik Gratis Lebaran 2023, mudik departemen perhubungan, mudik naik bus, mudik bawa motor Kemenhub Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2023, Kuota Sangat Terbatas, Catat Tanggalnya
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?