Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Membayangkan Skenario Duet Ganjar-Prabowo
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Membayangkan Skenario Duet Ganjar-Prabowo
Politik

Membayangkan Skenario Duet Ganjar-Prabowo

Di media sosial, yang nyaring terdengar adalah saling kritik, saling sindir dan saling cerca di antara pendukung Ganjar dan pendukung Anies Baswedan.

Last updated: Kamis, 9 Maret 2023, 3:36 PM
By Raden Parwoto
Share
4 Min Read
Presiden Jokowi (kanan) bersama Menhan Prabowo Subianto (tengah) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di lokasi panen raya padi di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jateng, Kamis (9/3/2023). (Foto: IG/@ganjar_pranowo)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Ya, mungkinkah duet capres-cawapres Ganjar Pranowo-Prabowo Subianto terjadi pada Pilpres 2024?

Pertama, terkait hiruk-pikuk koalisi partai dan masalah pencapresan belakangan ini, nyaris tak terdengar adanya pertentangan atau saling kritik di antara kubu pendukung Ganjar Pranowo dan kubu pendukung Prabowo Subianto.

Di media sosial, yang nyaring terdengar adalah saling kritik, saling sindir dan saling cerca di antara pendukung Ganjar dan pendukung Anies Baswedan.

Pendukung dan buzzer pro-Ganjar agaknya tidak menjadikan Prabowo sebagai “sasaran serangan”. Begitu pun pendukung dan buzzer pro-Prabowo juga tampak “adem ayem” menghadapi fenomena Gubernur Jawa Tengah yang elektabilitasnya nyaris selalu nangkring di posisi  puncak berbagai hasil survei tersebut.

Sebaliknya, para pendukung dan buzzer pro-Anies tampak begitu getol dan bersemangat “menyerang” Ganjar. Hal serupa juga terjadi di kalangan pendukung dan buzzer pro-Ganjar yang tampak sibuk mencari celah untuk terus-menerus melancarkan “serangan bertubi-tubi” kepada Anies.

Apa yang terjadi seolah-olah pilpres mendatang akan hanya menghadapkan Ganjar melawan Anies untuk menjadi suksesor Presiden Jokowi. Prabowo seolah-olah tak akan menjadi bagian dari pertarungan Pilpres 2024, sehingga terhindar dari “serangan” baik dari kubu pro-Ganjar maupun kubu pro-Anies.

Kedua, sulit dielakkan adanya kesan kuat bahwa Presiden Jokowi merasa lebih nyaman dengan Ganjar atau Prabowo sebagai “penerus” kepemimpinan nasional pasca dirinya lengser keprabon.

Baca juga: PDIP-PPP Jajaki Koalisi, Nama Ganjar Pranowo Kembali Berkibar

Dalam sejumlah kesempatan, Jokowi tampak memberi sinyal agar di antara dua nama tersebut yang pada akhirnya bakal terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2024.

Jokowi agaknya yakin bahwa baik Ganjar maupun Prabowo akan meneruskan program-program strategis yang telah dirintisnya, misalnya proyek Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur sebagai legasi penting kepresidenan mantan Walikota Solo tersebut.

Anies, yang digambarkan sebagai “antitesa” Jokowi, tentu jauh dari gambaran sosok ideal yang bakal melanjutkan program-program strategis warisan Jokowi. Atau setidaknya diragukan akan melanjutkan program pembangunan ala Jokowi.

Perkara penanganan banjir di DKI Jakarta misalnya, saat Anies jadi Gubernur, dia mengganti program “normalisasi sungai” era Gubernur Jokowi-Ahok dengan “naturalisasi sungai”. Dengan kata lain, keraguan jika Anies jadi presiden bakal melanjutkan program yang dirintis Jokowi menemukan preseden pembenarannya.

Ketiga, PDIP sebagai partai tempat Jokowi dan Ganjar bernaung sebagai kader, sudah menegaskan akan mengusung kader internal sebagai capres. Ini artinya, peluang Ganjar sebagai sosok dengan elektabilitas tinggi jelas memiliki kans besar untuk diusung PDIP.

Di hadapan partai calon mitra koalisi, PDIP sebagai partai dengan jumlah kursi DPR RI terbanyak tentu wajar menyodorkan kandidat capres.

Pertanyaannya, bersediakah Prabowo jadi cawapres pendamping Ganjar?

Ada perkiraan, pendukung Prabowo pada pilpres lalu sebagian (besar?) akan beralih mendukung Anies. Mereka adalah gabungan dari segmen yang kecewa Prabowo jadi menterinya Jokowi dan segmen pemilih Islam politik yang merasa lebih pas mendukung Anies yang dicitrakan dan dipersepsikan sebagai repersentasi sosok pemimpin Islam ideal.

Jika perkiraan dan analisis itu benar, maka peluang Prabowo untuk nyapres sesungguhnya relatif berat kansnya untuk menang.

Apakah hal ini akan berujung pada sikap realistis Prabowo untuk lebih baik menerima tawaran sebagai cawapres pendamping Ganjar, sehingga memberikan peluang baginya untuk merasakan kemenangan pada pilpres mendatang, meski “hanya” sebagai cawapres?

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Jokowi, PDIP, Pilpres 2024, Prabowo Subianto
Raden Parwoto 9 Maret 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Harga Tiket JAW 2023, pameran Tiket JAW 2023, Pameran Gaikindo Jakarta Auto Week, Gaikindo Jadwal Pameran Jakarta Auto Week (JAW) 2023, Tiket Masuk Mulai Rp 40.000
Next Article Antara Khofifah dan AHY, Siapa Paling Berpeluang?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?