JAKARTA (Sketsa.co) — Penjajakan koalisi PDI Perjuangan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah membukakan peluang bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk diusung pada Pilpres 2024.
Penjajakan koalisi itu mencuat setelah terungkap adanya pertemuan antara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Majelis Pertimbangan PPP M. Romahurmuzy pada Rabu (1/3/2023). Momen pertemuan di kantor DPP PDIP itu diunggah Romy—sapaan Romahurmuzy–di akun instagram pribadinya @romahurmuziy.
Sebagai tindaklanjut pertemuan itu, Plt. Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono kepada wartawan, Selasa (7/3/2023), mengatakan pihaknya akan melakukan silaturahmi dengan pimpinan PDIP.
“Insya Allah dalam waktu dekat, PDIP dan PPP akan bersilaturahmi, entah dengan Bu Mega, Mbak Puan, atau Pak Sekjen mungkin,” ujarnya.
Mengapa nama Ganjar Pranowo kembali berkibar seiring penjajakan koalisi PDIP dan PPP tersebut? Dengan penjajakan koalisi, maka PDIP tentu akan melakukan pembahasan dengan mitra partai koalisi tentang siapa gerangan yang akan diusung sebagai bakal capres-cawapres.
Apalagi jika partai yang akhirnya berkoalisi bersama PDIP bukan hanya PPP, tapi juga PAN dan Golkar (ketiganya anggota Koalisi Indonesia Bersatu/KIB), misalnya. Mau tidak mau, semua partai koalisi akan diajak membahas pasangan capres-cawapres yang akan diusung.
Baca juga: Benarkah Nasdem dan PKS Hanya Ingin Manfaatkan Demokrat, Tapi Tolak AHY?
Pada titik ini, PDIP akan lebih mudah mengajukan usulan nama kandidat capres yang secara obyektif memang memiliki peluang untuk menang. Obyektivitas itu tentu saja alat ukur sederhananya adalah elektabilitas.
Dengannya, nama Ganjar Pranowo hampir bisa dipastikan akan diusulkan PDIP kepada partai-partai mitra koalisi. Mengapa Ganjar, dan bukan nama lain?
Sederhana alasannya. Ganjar secara konsisten memiliki elektabilitas tinggi di antara nama-nama lain yang digadang-gadang berpotensi menjadi kandidat cappres-cawapres 2024.
Bahkan, sejumlah hasil survei menempatkan Ganjar di peringkat tertinggi di antara tiga besar nama yang memiliki elektabilitas tinggi lainnya bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Kader PDIP
Di sisi lain, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pidato HUT ke-50 partai tersebut beberapa waktu lalu menegaskan bahwa PDIP akan mengusung kader internal sebagai bakal capres.
Selain Ganjar, kader PDIP lainnya yang disebut-sebut berpeluang diusung PDIP adalah Ketua DPR Puan Maharani. Namun, elektabilitas putri kandung Megawati ini relatif kecil, sehingga PDIP mungkin agak sulit untuk meyakinkan mitra koalisi guna mengusungnya sebagai capres.
Di sisi lain, PPP dan PAN dalam beberapa kesempatan memberi isyarat dukungannya kepada Ganjar Pranowo sebagai capres. Fakta bahwa Ganjar memiliki elektabilitas tinggi dan berpotensi untuk memenangkan pilpres mendatang tentu menjadi alasan utama mengapa dua partai itu beri isyarat mendukung Ganjar.
Kesimpulannya: nama Ganjar Pranowo kembali berkibar…

