JAKARTA (Sketsa.co)—Anies Baswedan diperkirakan akan berhadapan dengan Ganjar Pranowo di putaran kedua Pilpres 2024, ungkap pengamat politik Saiful Mujani.
Menurut dia, jika Pilpres 2024 diikuti empat pasang capres-cawapres, maka akan berpotensi terjadi putaran kedua, karena di putaran pertama akan sulit ada pasangan yang meraup suara 50% plus 1.
“Maka Anies kemungkinan akan berhadapan dengan Ganjar di putaran kedua. Ini seperti pilpres pertama kita 2004. Calonnya lebih dari dua sehingga terjadi dua putaran,” kata Saiful Mujani.
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) itu mengatakan persaingan Pilpres 2024 akan ketat jika hanya Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang bertarung.
Dalam simulasi yang dilakukan SMRC, jika hanya mempertemukan dua nama itu, maka Ganjar akan mendapatkan dukungan 43,3% dan Anies Baswedan 40,5%.
“Kita belum tahu yang 16,2% ini akan ke siapa,” kata Saiful Mujani dalam program Bedah Politik episode “Pilpres Putaran Kedua: Ganjar vs Anies?” yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV, Kamis (2/2/2023).
Dia menilai posisi Ganjar dan Anies di data ini seimbang karena selisihnya di bawah margin of error 3,1%. ”Jadi bisa saja Anies yang unggul dalam kenyataannya atau Ganjar terhadap Anies, kita belum tahu persis posisinya,” ujarnya.
Saiful melanjutkan saat ini pengetahuan masyarakat terhadap Anies jauh lebih besar dibanding terhadap Ganjar. Dia menilai jika sudah sosialisasi, pengetahuan publik pada kedua nama tersebut akan relatif sama.
Hasil analisis terhadap data survei SMRC pada Desember 2022 menunjukkan jika tingkat pengenalan atas Anies dan Ganjar sama, maka hasil elektabilitas keduanya mengalami perubahan, Ganjar naik menjadi 52,4%, Anies 39,5%.
“Tapi untuk sementara belum ada sosialisasi yang seimbang antara Ganjar dan Anies adalah 43% lawan 40%. Masih imbang,” ujarnya.
Selisih yang ketat, menurut Saiful, agak berbahaya mengingat tensi politik bisa memanas di tengah masyarakat. Karena itu, dia menilai hal ini harus diantisipasi jangan sampai posisinya seimbang. Menurutnya, siapapun calonnya perlu ada gap suara yang cukup signifikan.
Baca juga: Mengapa PDIP Tampak Begitu Percaya Diri?
Hasil survei SMRC memperlihatkan elektabilitas Anies naik dari 23,5% pada Maret 2021 menjadi 26,1% pada Desember 2022. Elektabilitas Ganjar juga terus naik, bahkan kenaikannya lebih besar dibandingkan Anies, yakni dari 25,5% pada Maret 2021 menjadi 33,7% pada Desember 2022.
Sementara itu, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sempat menempati posisi teratas dengan 34,1% pada Maret 2021 kini turun hingga di angka 26,1% pada Desember 2022.
Anies sendiri sejauh ini sudah mengamankan tiket capres 2024 mengingat tiga partai, yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS telah memberikan dukungan resmi atas pencapresannya. Tiga partai itu akan membentuk Koalisi Perubahan. Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih belum jelas apakah akan mendapatkan tiket pencapresan dari PDIP atau tidak.

