JAKARTA (Sketsa.co) – Semua menunggu Megawati Soekarnoputri! Inilah kenyataan politik terkait dengan hal ihwal kontestasi Pilpres 2024. Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan itu soal nama bakal capres yang akan ditunjuknya benar-benar ditunggu dan dinantikan nyaris semua elite politik yang berkepentingan dengan pilpres mendatang.
Di internal PDIP, keputusan Megawati tentang nama bakal capres yang dipilihnya tentu akan segera mengakhiri spekulasi dan friksi. Dengannya, hal itu akan mempercepat konsolidasi untuk menyiapkan “mesin partai” semaksimal mungkin guna memenangkan kandididat yang diusungnya.
Entah yang ditunjuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atau Ketua DPR Puan Maharani, atau bahkan mungkin nama lainnya, kader PDIP tentu saja membutuhkan kepastian lebih cepat, sehingga energi yang ada bisa segera difokuskan untuk penguatan pemenangan tak hanya pilpres, tapi juga pemilu legislatif karena Pemilu 2024 digelar serentak.
Terkait dengan figur yang akan dicapreskan PDIP, saat pidato dalam rangka ultah PDIP beberapa waktu lalu, Megawati memastikan bahwa sosoknya adalah kader internal partai. Dengannya, hal ini mengakhiri spekulasi kemungkinan PDIP berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung nama capres dari partai di luar PDIP.
Kalangan di luar PDIP pun menunggu nama capres yang ditunjuk Megawati sebelum mereka menetapkan langkah politik menghdapi Pilpres 2024.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar misalnya, dengan terang-terangan menyatakan bahwa deklarasi capres-cawapres koalisi Partai Gerindra-PKB masih menunggu capres PDIP. “Salah satu pertimbangan,” katanya, Kamis (19/1/2023).
Namun, kalau PDIP mengumumkan capres pada last minute pendaftaran capres, kata Cak Imin, maka koalisi Gerindra-PKB akan mendeklarasikan lebih cepat. Hari ini, Senin (23/1/23), koalisi Gerindra-PKN akan meresmikan sekretariat bersama koalisi. Sejauh ini, koalisi Gerindra-PKB disebut-sebut bakal mengusung duet Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar.
Sementara itu, rencana pembentukan Koalisi Perubahan dengan anggota Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampak masih alot, meski mereka disebut-sebut sudah sepakat untuk mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres.
Kabarnya, tiga partai itu masih belum sepakat soal nama kandidat cawapres pendamping Anies. Nasdem sendiri menyerahkan ke Anies, sementara Demokrat usulkan Agus Harymurti Yudhoyono, sedangkan PKS ajukan nama Ahmad Heryawan, mantan Gubernur Jabar. Selain itu, rencana deklarasi koalisi ini konon juga menunggu keputusan PDIP soal nama captres yang akan diusung partai banteng.
Hal serupa juga kabarnya dialami Koalisi Indonesia Baru (KIB) yang beranggotakan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Meski nama Ketum Golkar Airlangga Hartarto diusulkan partai itu untuk menjadi capres KIB, namun PAN dan PPP tampak belum memberi respons serius. KIB agaknya juga menunggu keputusan Megawaati soal nama capres yang bakal diusung PDIP.
Kemungkinan besar, Megawati akan mengumumkan nama capres PDIP pada saat peringatan Hari Bung Karno di Gelora Bung Karno, 1 Juni 2023. Jika ini benar, maka sejak 1 Juni nanti konstelasi politik pencapresan akan bergerak cepat dan dinamis.
Sekali lagi, suka tak suka, pada akhirnya semua menunggu Megawati Soekarnoputri!

