Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Pertemuan Surya Paloh-Airlangga Hartarto Kirim “Kode Keras” ke PDIP?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Pertemuan Surya Paloh-Airlangga Hartarto Kirim “Kode Keras” ke PDIP?
Politik

Pertemuan Surya Paloh-Airlangga Hartarto Kirim “Kode Keras” ke PDIP?

Pertemuan Surya Paloh-Airlangga Hartarto seolah mengirimkan “kode keras” ke PDIP untuk tidak terlalu jauh “mengatur-atur” Presiden Jokowi dalam urusan kocok ulang kabinet.

Last updated: Rabu, 1 Februari 2023, 4:29 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co)— Apa yang bisa ditafsirkan dari pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Jakarta, hari ini (Rabu, 1/2/2023)?

Dari keterangan pers usai pertemuan, tampak tak ada yang luar biasa dari hasil pembicaraan dua pimpinan partai yang sama-sama anggota koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf Amin tersebut.

Bahkan Surya Paloh kembali menegaskan bahwa Nasdem konsisten mendukung pemerintahan Presiden Jokowi sampai akhir masa jabatan 2024. Dia juga mengaku Nasdem bahagia dan tidak terlepas dari maju-mundurnya pemerintahan saat ini.

Golkar dan Nasdem, papar Airlangga, sepakat pentingnya menjaga stabilitas politik untuk kelancaran roda pemerintahan. Mereka mensyukuri Indonesia  berhasil melalui tiga tahun pandemi dengan selamat yang didukung stabilitas politik.

Di tengah isu reshuffle kabinet, pertemuan Surya Paloh dan Airlangga Hartarto memang menarik dicermati. Adakah manuver keduanya untuk memberi pesan khusus kepada Presiden Jokowi, juga PDIP, bahwa relasi Golkar dan Nasdem solid?

Keduanya seolah ingin menegaskan tetap teguh berada di koalisi pendukung Jokowi, tapi punya kebebasan menentukan langkah politik terkait dengan hajatan Pilpres 2024.

Dengan kata lain, Golkar yang berada di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PPP dan PAN bebas dan leluasa untuk mengusung kandidat capres-cawapres manapun, begitu pun dengan Nasdem yang telah mengusung Anies Baswedan sebagai capres dan kini tengah mematangkan kerjasama politik dengan Partai Demokrat dan PKS dalam Koalisi Perubahan.

Golkar dan Nasdem seperti hendak mengatakan bahwa tetap berkomitmen dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf Amin tak serta-merta membatasi hak mereka untuk punya pilihan politik berbeda dalam soal usung-mengusung kandidat capres-cawapres di Pilpres 2024.

Agaknya, nuansa pertemuan Surya Paloh-Airlangga Hartarto seperti hendak memberi pesan khusus kepada PDIP sebagai jangkar partai koalisi pendukung pemerintahan Jokowi untuk tidak melakukan manuver berlebihan “menekan” partai anggota koalisi lainnya, terutama terkait dengan isu reshuffle kabinet.

Bahwa reshuffle adalah hak prerogratif Presiden Jokowi, dan meski Jokowi merupakan kader PDIP dan “petugas partai”, tapi riwayatnya menjadi presiden tak terlepas dari dukungan partai-partai koalisi, yang di dalamnya ada Golkar dan Nasdem.

Singkat kata, pertemuan Surya Paloh-Airlangga Hartarto  seolah mengirimkan “kode keras” ke PDIP untuk tidak terlalu jauh “mengatur-atur” Presiden Jokowi dalam urusan kocok ulang kabinet.

Usai pertemuan Surya Paloh dengan Presiden Jokowi di Istana pada Kamis, 26 Januari lalu, memang muncul spekulasi macam-macam, termasuk kemungkinan Nasdem pamit dari koalisi pendukung pemerintahan. Namun, kabarnya, pertemuan empat mata itu berlansung dengan baik.

Dengan Jokowi,  boleh jadi Surya Paloh tak ada persoalan yang mengganjal, dan hubungannya baik-baik saja. Namun, merengganggnya relasi Nasdem dengan PDIP jelas tak bisa ditutup-tutupi. Itu telah menjadi pengetahuan umum bagi siapapun yang mengikuti dinamika politik di Tanah Air.

 

 

 

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Airlangga Hartarto, Jokowi, Partai Golkar, Partai NasDem, PDIP, Surya Paloh
Raden Parwoto 1 Februari 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Anies Kantongi Tiket Capres, Nama Cawapres Jadi Fokus Perhatian
Next Article Nasdem, Partai Pendukung Jokowi Tapi Beraroma “Oposisi”
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?