JAKARTA (Sketsa.co) — Anies kantongi tiket capres setelah PKS akhirnya menyatakan resmi mendukung pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk maju pada Pilpres 2024.
Dukungan Partai Keadilan Sejahteras (PKS) itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Shohibul Iman di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (30/1/2023).
“PKS konsisten menjadi bagian dari koalisi partai-partai pendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, sehingga koalisi ini memenuhi presidential threshold 20% lebih,” ungkap Sohibul.
Menurut dia, secara organisatoris, PKS akan mengumumkan dukungan resmi pencapresan Anies Baswedan pada Rapat Kerja Nasional DPP PKS pada 24 Februari 2023.
“Tidak menutup kemungkinan akan terjadi percepatan, terutama setelah Ketua Majelis Syuro (Salim Segaf Al-Jufri) dan Presiden PKS (Ahmad Syaikhu) kembali ke Tanah Air,” tuturnya.
Dengan pernyataan resmi dukungan PKS tersebut, maka Koalisi Perubahan dan Perbaikan—istilah yang sering disebutkan untuk menamai kerjasama politik Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS guna menyongsong Pilpres 2024—tinggal selangkah lagi menuju deklarasi bersama pencapresan Anies, mungkin bersamaan dengan kandidat cawapres yang akan mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Dengan ketiga partai telah menyatakan dukungan resmi kepada Anies sebagai bakal capres (Nasdem pada 3 Oktober 2022 dan Demokrat pada 25 Januari 2023), maka mantan Menteri Pendidikan itu telah mengantongi tiket capres untuk bisa mendaftar atau didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 19 Oktober-25 November 2023.
Kini, koalisi tiga partai itu tinggal memantapkan kerjasama dengan membentuk sekretariat bersama seperti yang sudah dilakukan koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 25 Januari lalu di Jakarta Pusat.
Soal Cawapres
Sisa persoalan strategis lain adalah menyepakati figur bakal cawapres pendamping Anies. Meski ketiga partai melalui tim kecil telah menyatakan menyerahkan sepenuhnya penentuan nama cawapres kepada Anies, namun tentu saja “cerita di balik layar” jauh lebih rumit sebelum pada akhirnya harus disepakati satu nama kandidat cawapres yang nantinya diumumkan.
Negosiasi dan tarik-menarik adalah kelaziman yang mewarnai pengambilan keputusan politik penting, tak terkecuali penentuan nama kandidat cawapres yang bakal diusung Koalisi Perubahan.
Jika ada perbedaan bahkan mungkin pertentangan tentang nama-nama yang dinominasikan, di ujungnya harus saling mengalah untuk mencari titik temu. Kalau masing-masing tetap ngotot dengan posisinya, tentu koalisi bisa terancam bubar.
Selentingan kuat yang meruyak ke permukaan, kandidat terkuat sebagai cawapres pendamping Anies tak lain adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca juga: Nasdem, Demokrat, PKS Serahkan Nama Bakal Cawapres ke Anies
Dengan elektabilitas Demokrat yang baik (hasil survei LSI menyebutkan Demokrat masuk tiga partai dengan elektabilitas tertinggi di Pemilu 2024 setelah PDIP dan Gerindra), maka posisi tawar AHY tentu sangat kuat. Demokrat layak untuk percaya diri AHY bakal disepakati sebagai cawapres pendamping Anies.

