Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Antisipasi Potensi Kekerasan Politik
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Antisipasi Potensi Kekerasan Politik
Opini

Antisipasi Potensi Kekerasan Politik

Kekerasan politik bisa menimpa siapa saja. Untuk itu, pengamanan perlu ditingkatkan, dan para timses kandidat benar-benar memberikan perlindungan ekstra dengan pengamanan berlapis, terutama saat kandidat capres-cawapres berbaur di tengah warga.

Last updated: Selasa, 2 Januari 2024, 2:40 PM
By Sarjito Hambeng
Share
3 Min Read
Detik-detik aksi penikaman terhadap pemimpin oposisi Korsel, Lee Jae-myung di kota Pelabuhan Busan. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Pemimpin partai oposisi Korea Selatan, Lee Jae-myung, mengalami serangan ketika mengunjungi kota pelabuhan Busan, seperti yang dilaporkan kantor berita Yonhap.

Menurut Yonhap, Lee ditikam di bagian kiri lehernya oleh seorang pria tak dikenal.

Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan penyerang yang mengenakan mahkota kertas dengan nama Lee di atasnya mendekati Lee untuk meminta tanda tangan, namun tiba-tiba menyerangnya. Pelaku segera dibekuk dan ditangkap di tempat kejadian.

Lee, yang merupakan Ketua Partai Demokrat berusia 59 tahun, kalah dalam pemilihan presiden tahun 2023. Meskipun dia saat ini sedang diadili atas tuduhan suap terkait proyek pembangunan saat menjadi wali kota Seongnam, dia membantah tuduhan tersebut sebagai fiksi dan konspirasi politik.

Meskipun Korsel memiliki pembatasan ketat terhadap kepemilikan senjata, kejadian ini mengingatkan pada sejarah kekerasan politik di negara tersebut.

Presiden Yoon Suk Yeol mengutuk serangan tersebut dan menyatakan keprihatinan mendalam terhadap Lee, memerintahkan pemberian perawatan terbaik agar dia dapat pulih dengan cepat.

Apa yang dialami Lee Jae-myung tentu saja hanya satu dari sekian peristiwa kekerasan politik yang pernah dialami oleh sejumlah politisi Korsel sebelumnya.

Pada 2006, pemimpin partai oposisi konservatif Park Geun-hye, yang di kemudian hari menjadi presiden, mendapatkan diserangan dengan pisau dalam suatu acara dan menderita luka di wajahnya sehingga memerlukan operasi.

Tanah Air

Beberapa waktu lalu, di Tanah Air, capres nomor urut 01, Anies Baswedan, tiba-tiba mendapat tamparan di pipinya  oleh seorang pria yang tak diketahui identitasnya saat berkampanye di Pontianak, Kalimantan Barat.

Pria yang melakukan tindakan kekerasan itu terlihat menggunakan kaos Amin (singkatan dari Anies-Muhaimin).

Dari video yang beredar, terlihat pria berkaos itu kemungkinan ingin menepuk pundak Anies. Namun tangannya justru mendarat ke bagian telinga dan pipi sang capres yang diusung koalisi Nasdem, PKB dan PKS tersebut.

Timnas Amin mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan untuk pasangan Anies-Muhaimin saat kampanye di daerah.

“Jadi, catatan dari bidang pengamanan, tentunya akan ada peningkatan pengamanan terhadap beliau berdua sehingga membuat masyarakat juga tenang,” kata Kapten Timnas AMIN Muhammad Syaugi Alaydrus di Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Baca juga: Anies-Cak Imin dan Potensi Mengulang Plot Pilkada DKI 2017

Kekerasan politik bisa menimpa siapa saja, termasuk dalam rangkaian hajatan  besar Pemilu 2024. Untuk itu, pengamanan perlu ditingkatkan, dan para timses kandidat benar-benar memberikan perlindungan ekstra dengan pengamanan berlapis, terutama saat kandidat capres-cawapres berbaur di tengah warga.

Segala kemungkinan bisa terjadi. Karena itu, deteksi dini dan early warning system perlu diterapkan dengan ketat. Jangan sampai peristiwa yang menimpa pemimpin oposisi Korsel di atas terjadi di Tanah Air…

 

 

 

 

You Might Also Like

Lurah: Jembatan Emas di Persimpangan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Pramono Anung dan Posisi PDIP sebagai Mitra Strategis Pemerintahan Prabowo Subianto

Pudarnya Pamor Jokowi dan Moncernya Pamor Prabowo di Mata Internasional

TAGGED: Anies Baswedan ditampar, kekerasan politik, pemimpin oposisi Korsel, Pilpres 2024
Sarjito Hambeng 2 Januari 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Anies-Cak Imin dan Potensi Mengulang Plot Pilkada DKI 2017
Next Article Pilpres 2024 Akan Berlangsung Satu Putaran atau Dua Putaran?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?