Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Pramono Anung dan Posisi PDIP sebagai Mitra Strategis Pemerintahan Prabowo Subianto
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Pramono Anung dan Posisi PDIP sebagai Mitra Strategis Pemerintahan Prabowo Subianto
OpiniPolitik

Pramono Anung dan Posisi PDIP sebagai Mitra Strategis Pemerintahan Prabowo Subianto

Last updated: Minggu, 12 Januari 2025, 2:57 PM
By Raden Parwoto
Share
4 Min Read
Pramono Anung. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA: Gubernur Jakarta terpilih sekaligus politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Pramono Anung menegaskan bahwa partainya akan menjadi mitra strategis bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, yang sebelumnya menyinggung hubungan baiknya dengan Prabowo.

“Seperti yang disampaikan oleh Ibu Mega dalam perayaan HUT PDIP, PDI Perjuangan dan pemerintah ini adalah partnership, mitra strategis,” ujar Pramono di Jakarta, Minggu (12/1/2025). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen PDIP untuk mendukung pemerintahan Prabowo secara konstruktif, meski partai tersebut tidak bergabung dalam kabinet pemerintahan.

Pramono menambahkan bahwa PDIP akan tetap berkontribusi aktif dalam upaya pembangunan Indonesia, meski posisinya tidak berada langsung dalam struktur kabinet. “Kami pasti akan menjadi mitra strategis yang baik untuk membangun Indonesia ke depan,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah posisi tersebut mengindikasikan bahwa PDIP akan menjadi oposisi, Pramono dengan tegas membantah. Ia menjelaskan bahwa dalam sistem presidensial Indonesia, konsep oposisi tidak sepenuhnya relevan. “Dalam sistem presidensial kita itu sebenarnya tidak ada oposisi. Jadi, kami ini mitra strategis,” tegas mantan Sekretaris Jenderal PDIP tersebut.

Hubungan Baik

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menyampaikan bahwa hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto tetap harmonis. Ia menyebutkan bahwa komunikasi antara keduanya berjalan baik dan dapat dilakukan secara fleksibel tanpa harus selalu bertemu secara langsung.

Dalam pidato politiknya pada pembukaan HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025), Megawati menekankan pentingnya komunikasi strategis. “Saya bilang, eh Mas Bowo, Pak Prabowo, rungakke (dengarkan). Orang mikir saya sama dia itu musuhan? Enggak kok,” ungkapnya.

Pidato tersebut menegaskan bahwa PDIP, meskipun berada di luar kabinet, tidak akan bersikap antagonis terhadap pemerintahan. Sebaliknya, partai berlambang banteng moncong putih ini akan berperan sebagai mitra yang mendukung program-program pemerintah yang sesuai dengan visi pembangunan nasional.

Faktor Pramono Anung

Suka tak suka, diakui atau tidak, tampilnya sosok Pramono Anung sebagai gubernur terpilih DKJ menjadi faktor penting dalam dinamika hubungan PDIP terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sosok Pramono yang luwes, fleksibel dan bisa diterima nyaris semua elite partai yang tergabung dalam KIM Plus menjadi “perantara” yang memoderasi ketegangan politik.

Meski “sakit hati” PDIP terhadap manuver mantan Presiden Jokowi tampak terus membekas, namun tidak dengan relasinya terhadap Prabowo selaku presiden maupun Ketua Umum Partai Gerindra. Dengan kata lain, lebih mudah bagi PDIP untuk menjalin komunikasi dan interaksi produktif dengan Prabowo dan elite Gerindra dibandingkan dengan Jokowi, pun Wapres Gibran Rakabuming Raka yang adalah putra sulung Jokowi.

Prabowo sendiri sejauh ini juga tampak nyaman dengan fakta bahwa Pramono Anung bakal memimpin Jakarta, yang statusnya sudah tak lagi Ibu Kota Negara, namun peran strategisnya sebagai kota besar dan penting baik dari sisi politik maupun ekonomi tetap akan berjalan dan berkelanjutan.

Singkat kata, karakter atau watak politik Pramono Anung yang moderat niscaya akan menjadi jembatan penghubung yang efektif dan poduktif bagi PDIP dan Megawati dalam kaitan komunikasi dan interaksi dengan Prabowo, baik sebagai presiden maupun figur sentral di KIM Plus…

 

You Might Also Like

Lurah: Jembatan Emas di Persimpangan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

TAGGED: Gubernur Jakarta, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Pramono Anung, Presiden Prabowo Subianto
Raden Parwoto 12 Januari 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Tahun Ular Kayu di Imlek 2025: Arti dan Prediksinya
Next Article Syarat dan Cara Pengajuan KUR BRI 2025, Pinjaman Hingga Rp500 Juta!
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?