Faktor Pramono Anung
Suka tak suka, diakui atau tidak, tampilnya sosok Pramono Anung sebagai gubernur terpilih DKJ menjadi faktor penting dalam dinamika hubungan PDIP terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sosok Pramono yang luwes, fleksibel dan bisa diterima nyaris semua elite partai yang tergabung dalam KIM Plus menjadi “perantara” yang memoderasi ketegangan politik.
Meski “sakit hati” PDIP terhadap manuver mantan Presiden Jokowi tampak terus membekas, namun tidak dengan relasinya terhadap Prabowo selaku presiden maupun Ketua Umum Partai Gerindra. Dengan kata lain, lebih mudah bagi PDIP untuk menjalin komunikasi dan interaksi produktif dengan Prabowo dan elite Gerindra dibandingkan dengan Jokowi, pun Wapres Gibran Rakabuming Raka yang adalah putra sulung Jokowi.
Prabowo sendiri sejauh ini juga tampak nyaman dengan fakta bahwa Pramono Anung bakal memimpin Jakarta, yang statusnya sudah tak lagi Ibu Kota Negara, namun peran strategisnya sebagai kota besar dan penting baik dari sisi politik maupun ekonomi tetap akan berjalan dan berkelanjutan.
Singkat kata, karakter atau watak politik Pramono Anung yang moderat niscaya akan menjadi jembatan penghubung yang efektif dan poduktif bagi PDIP dan Megawati dalam kaitan komunikasi dan interaksi dengan Prabowo, baik sebagai presiden maupun figur sentral di KIM Plus…

