EDITORIAL
JAKARTA (Sketsa.co) – Seolah hendak meredakan ketegangan terkait dengan panas-dingin relasi Nasdem-PDIP, seusai kembali dari luar negeri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan partainya tetap konsisten mendukung pemerintahan Presiden Jokowi- Wapres Maruf Amin hingga selesai masa jabatan pada 2024.
Penegasan itu disampaikan Surya Paloh saat mengumpulkan seluruh anggota Fraksi Nasdem DPR RI di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (16/1/2023).
“Pak Surya hanya mengingatkan (para kader) jangan slip of the tongue. Tetap menjaga integritas, tetap menjaga etika, apalagi etika dalam berkoalisi,” kata Ketua DPP Nasdem Willy Aditya, kepada pers, di Jakarta, Selasa (17/1/2023).
Dia menjelaskan alasan Nasdem tetap mendukung Jokowi. “Kita pengusung Pak Jokowi, dan moralitas kita sedari awal mengatakan maju-mundurnya pemerintahan Jokowi itu juga maju-mundurnya Nasdem,” ujarnya.
Willy menyatakan isi pertemuan Surya Paloh dengan seluruh anggota Fraksi Nasdem, yakni posisi Nasdem tetap konsisten mendukung Jokowi-Maruf Amin hingga selesai masa jabatan.
Seperti diketahui, sejak Nasdem mendeklarasikan pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 3 Oktober 2022, relasi Nasdem dengan partai koalisi lain pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf Amin tampak renggang, terutama dengan PDI Perjuangan. Apalagi dalam kaitan agenda pencapresan Anies tersebut, Nasdem menggalang koalisi dengan dua partai oposisi, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.
Relasi Nasdem-PDIP kian memanas tatkala Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat secara terbuka mendesak dua menteri Nasdem, yakni Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengundurkan diri dari kabinet. Yang menarik, Djarot tidak turut meminta Menkominfo Johny G. Plate mundur, padahal yang bersangkutan juga kader Nasdem.
Bahkan PDIP meminta Presiden Jokowi, yang notabene juga kader PDIP, untuk mengevaluasi dua menteri tersebut. Namun hingga kini, Jokowi tak kunjung melakukan perombakan kabinet seperti yang diisyaratkannya belakangan ini.
Adakah sikap kalem yang ditampilkan Surya Paloh dalam menyikapi memanasnya hubungan Nasdem dan PDIP itu ada kaitannya dengan pertemuannya dengan Luhut Binsar Panjaitan di London, Desember lalu?
Selain menjabat Menko Maritim dan Investasi, selama ini Luhut dikenal sebagai menteri senior yang sangat dekat dan dipercaya Jokowi. Adakah Jokowi menitipkan pesan tertentu kepada Luhut untuk disampaikan kepada Surya Paloh?
Yang pasti, untuk sementara ini, isu reshuffle mengendur, dan PDIP tampak menahan diri untuk tidak mendesakkan lagi pencopotan Mentan dan Menteri LHK.

