Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Prabowo, di Antara Jokowi dan Megawati…
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Prabowo, di Antara Jokowi dan Megawati…
Politik

Prabowo, di Antara Jokowi dan Megawati…

Last updated: Sabtu, 11 Januari 2025, 5:12 AM
By Sarjito Hambeng
Share
4 Min Read
SHARE

JAKARTA: Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, atau Bambang Pacul, menyebutkan bahwa hubungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto terjalin baik. Hal ini disampaikan saat menanggapi ucapan terima kasih Megawati kepada Prabowo atas pencabutan TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 yang memulihkan nama Bung Karno terkait tuduhan keterlibatan dalam peristiwa G30S.

“Hubungan Bu Mega dan Pak Prabowo selama ini bagus. Tentu ucapan terima kasih itu menunjukkan hal tersebut,” ujar Bambang Pacul di Kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Jumat (10/1/2025).

Namun, Bambang Pacul, yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI, enggan berspekulasi apakah ucapan itu menjadi sinyal PDIP akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo. “Apakah itu kode atau tidak, Ibu Mega yang tahu. Tidak ada kode itu tadi,” katanya.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik menunjukkan hubungan yang erat. Dalam konteks politik, komunikasi adalah hal utama. Bambang Pacul mencontohkan diskusi antara Megawati dan Prabowo, seperti pembahasan program makan gratis Rp10 ribu. “Ibu Mega bahkan menyebut Pak Prabowo dengan panggilan akrab ‘Mas Bowo’,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam peringatan HUT PDIP ke-52 di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Megawati mengucapkan terima kasih kepada pimpinan MPR dan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pencabutan TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 sebagai momen bersejarah setelah perjuangan panjang sejak 1967.

“HUT PDIP ke-52 ini sangat istimewa. Setelah perjuangan selama 57 tahun, akhirnya TAP MPRS tersebut dinyatakan tidak berlaku. Ini berkat kehendak Allah SWT dan keputusan pimpinan MPR,” ujar Megawati.

Megawati juga menegaskan bahwa tidak ada bukti hukum yang menunjukkan keterlibatan Bung Karno dalam G30S hingga beliau wafat pada 1970. “Ini adalah politisasi. Atas nama keluarga Bung Karno dan PDIP, saya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota MPR periode 2019-2024,” tutupnya.

Posisi Sulit Prabowo

Harus diakui, tak mudah bagi Prabowo untuk bersikap hitam-putih kepada Jokowi dan Megawati di tengah “perseteruan” atau ketegangan hubungan di antara Presiden ke-7 RI itu dengan Ketua Umum PDIP yang juga Presiden ke-5 RI tersebut.

Di satu sisi, Prabowo punya “hutang budi” politik dengan Jokowi, yang telah memberikan “endorsement” dan dukungan penuh pada Pilpres 2024, sehingga dirinya bisa meraih kemenangan telak satu putaran di angka 58%. Pun sosok Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, sebagai cawapres pendampingnya diyakini menjadi faktor yang menarik banyak pemilih di kalangan Gen Z untuk memberikan suara kepada Prabowo.

Namun, Prabowo juga punya riwayat hubungan yang baik dengan Megawati. Bahkan Prabowo pernah menjadi cawapres pendamping capres Megawati saat Pilpres 2009 yang dimenangkan pasangan SBY-Boediono. Di sisi lain, Megawati adalah ketua umum partai besar yang di Pemilu 2024 kembali menempati urutan pertama peraih suara terbanyak dan kursi terbanyak di DPR RI. Menjaga hubungan baik dengan Megawati tentu saja merupakan kebutuhan politik bagi Prabowo untuk menjaga stabilitas pemerintahannya.

Dengan uraian singkat tersebut, tidak mudah bagi Prabowo untuk mengambil sikap yang memperlihatkan pemihakan tegas terkait dengan perseteruan nyaris telanjang antara Jokowi dan Megawati. Tapi, pada titik tertentu, jika perseteruan antara Jokowi dan Megawati kian mengeras, mau tak mau, suka tak suka, Prabowo sebagai tokoh politik sentral saat ini dipaksa oleh situasi untuk mengambil sikap politik tertentu yang bisa berujung dan dikesankan entah mendukung Jokowi atau Megawati…

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Bambang Pacul, Jokowi, Megawati Soekarnoputri, PDIP, Prabowo Subianto
Sarjito Hambeng 11 Januari 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love1
Sad1
Happy1
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Mau Gaji Tinggi Setelah Lulus Kuliah? Ini Dia 15 Jurusan Paling Prospektif di Dunia Kerja
Next Article Redmi Note 14 Siap Hadir di Indonesia: Teknologi Canggih dengan Sentuhan Rich Brian
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?