Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Masa Depan Dunia Kerja: AI Siap Gantikan 60% Pekerjaan, Ini Bidang yang Paling Rentan
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Masa Depan Dunia Kerja: AI Siap Gantikan 60% Pekerjaan, Ini Bidang yang Paling Rentan
NewsTech News

Masa Depan Dunia Kerja: AI Siap Gantikan 60% Pekerjaan, Ini Bidang yang Paling Rentan

Last updated: Senin, 28 April 2025, 5:49 PM
By M. Khamdi
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA: Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diprediksi akan mengubah lanskap dunia kerja secara drastis dalam satu hingga tiga dekade ke depan. Berbagai laporan memperingatkan, hingga 60 persen jenis pekerjaan yang ada saat ini akan membutuhkan adaptasi besar, dengan sejumlah sektor dinilai paling rentan tergantikan oleh mesin cerdas.

Dilansir dari Forbes, Sabtu (26/4/2025), pekerjaan administratif seperti entri data, penjadwalan, layanan pelanggan, pembukuan, hingga riset hukum menjadi sektor yang pertama terdampak otomatisasi. Studi terbaru dari Institute for Public Policy Research mencatat, sekitar 60 persen tugas administratif kini dapat diotomatisasi, berkat kemajuan teknologi seperti chatbot dan robotic process automation.

Tak hanya sektor administratif, bidang kreatif pun mulai merasakan dampak AI. Teknologi seperti DALL-E dan GPT kini mampu menghasilkan desain, artikel, hingga konten media dalam jumlah besar dan waktu singkat. Pew Research Center memperkirakan bahwa hingga 30 persen pekerjaan media bisa terotomatisasi pada tahun 2035. Meski demikian, kreativitas manusia, terutama dalam seni tingkat tinggi, diprediksi akan tetap menjadi benteng terakhir yang sulit ditaklukkan mesin.

Di sektor teknologi sendiri, profesi seperti pengembang perangkat lunak dan data scientist mengalami disrupsi ganda. Di satu sisi, AI meningkatkan produktivitas mereka, namun di sisi lain, banyak tugas rutin dalam pemrograman dan analisis mulai diambil alih oleh mesin pintar.

Meski begitu, tak semua bidang memiliki tingkat kerentanan yang sama. Pekerjaan berbasis empati dan interaksi manusia seperti perawatan kesehatan, terapi, pendidikan anak usia dini, serta kepemimpinan strategis relatif lebih aman. Menurut laporan OECD, hanya sekitar 10 persen tugas pengajaran yang diprediksi dapat diotomatisasi hingga tahun 2040.

Prediksi perubahan besar ini bukan isapan jempol. Laporan McKinsey memperkirakan, pada tahun 2030, sekitar 30 persen pekerjaan di Amerika Serikat berisiko tergantikan, dan 60 persen lainnya akan berubah signifikan karena adopsi AI. Sementara itu, Goldman Sachs bahkan memperkirakan hingga 50 persen pekerjaan bisa otomatisasi penuh pada 2045.

Tokoh-tokoh bisnis dunia pun angkat suara. CEO BlackRock, Larry Fink, menyatakan bahwa AI sudah mulai merestrukturisasi sektor keuangan dan hukum. Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, bahkan memperkirakan bahwa sebagian besar tugas repetitif akan dikerjakan AI dalam 15 tahun ke depan.

Kunci menghadapi era baru ini adalah adaptasi. Pekerja didorong untuk meningkatkan keterampilan seperti berpikir kritis, literasi digital, serta membidik sektor-sektor yang lebih tahan disrupsi seperti kesehatan dan pendidikan. Ray Dalio, pendiri Bridgewater, mengingatkan bahwa masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu menggabungkan potensi manusia dengan teknologi.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pun menyatakan optimisme bahwa dampak negatif AI bisa ditekan, asalkan pemerintah dan dunia usaha serius dalam mendukung program pelatihan ulang tenaga kerja secara masif.

Menghadapi tahun 2050, para ahli memperkirakan hingga 80 persen jenis pekerjaan bisa dipengaruhi AI. Masa depan mungkin penuh tantangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi mereka yang siap berubah.

You Might Also Like

Selamat Datang “Ijazah Blockchain”

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

TAGGED: ai kecerdasan buatan, AI siap gantikan 60% pekerjaan, lanskap dunia kerja, masa depan dunia kerja
M. Khamdi 28 April 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Google Ingatkan 2 Miliar Pengguna Gmail: Skema Phishing Canggih Mengincar Data Pribadi
Next Article Mudah dan Praktis, Begini Cara Melacak Lokasi Orang dan Ponsel Hilang Lewat HP
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?