Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: ChatGPT Kini Bisa Bikin Gambar, Tren Gaya Studio Ghibli Viral di Media Sosial
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » ChatGPT Kini Bisa Bikin Gambar, Tren Gaya Studio Ghibli Viral di Media Sosial
NewsTech News

ChatGPT Kini Bisa Bikin Gambar, Tren Gaya Studio Ghibli Viral di Media Sosial

Last updated: Jumat, 28 Maret 2025, 5:22 PM
By M. Khamdi
Share
5 Min Read
SHARE

JAKARTA: Chatbot populer dari OpenAI, ChatGPT, kini memiliki kemampuan baru untuk membuat gambar secara langsung. Ini dimungkinkan berkat peningkatan pada model AI GPT-4o yang menawarkan pembuatan gambar yang lebih akurat dan realistis.

Fitur ini memungkinkan pengguna meminta ChatGPT untuk menghasilkan ilustrasi dalam berbagai gaya, termasuk yang tengah viral di media sosial, yaitu gaya Studio Ghibli. Studio animasi asal Jepang ini terkenal dengan visual khasnya yang menampilkan warna pastel lembut, pencahayaan hangat, serta nuansa magis yang memikat banyak penggemar.

Film-film Ghibli yang paling populer di antaranya adalah Princess Mononoke (1997), Spirited Away (2001), Grave of the Fireflies (1988), Howl’s Moving Castle (2004), Porco Rosso (1992), dan My Neighbor Totoro (1988). Dengan keunikan gaya visualnya, tidak heran jika banyak pengguna ChatGPT berbondong-bondong mencoba fitur ini untuk mengubah foto mereka menjadi ilustrasi ala Studio Ghibli.

Tren ini langsung menyebar di berbagai platform media sosial. Pengguna membagikan hasil editan foto mereka yang telah diubah menjadi karakter anime dengan warna pastel yang lembut dan pencahayaan kekuningan khas film Ghibli. Mulai dari potret pribadi, keluarga, hingga pemandangan, semuanya dapat diubah menjadi ilustrasi dengan nuansa fantasi khas Ghibli.

Fitur Terbatas untuk Pengguna Gratis

Namun, tidak semua pengguna bisa menikmati fitur ini. Beberapa pengguna melaporkan bahwa mereka mendapatkan pesan bahwa permintaan mereka melanggar kebijakan konten ChatGPT. OpenAI meminta pengguna memberikan deskripsi lebih rinci jika ingin dibuatkan ilustrasi dengan gaya serupa.

Tampaknya, fitur image generator yang didukung GPT-4o ini masih dirilis secara bertahap dan saat ini hanya tersedia bagi pengguna berlangganan. CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa penyebaran fitur ini untuk pengguna gratis tertunda sementara karena tingginya permintaan.

Kekhawatiran Pelanggaran Hak Cipta

Di balik tren ini, muncul kekhawatiran mengenai pelanggaran hak cipta. Fitur terbaru OpenAI hadir hanya beberapa waktu setelah Google merilis model AI Gemini Flash yang sempat menjadi kontroversi karena kemampuannya menghapus watermark dari gambar.

Dengan semakin mudahnya meniru gaya visual yang berhak cipta hanya melalui perintah teks, perdebatan hukum tentang penggunaan AI generatif kembali mencuat. Evan Brown, seorang pengacara kekayaan intelektual dari firma hukum Neal & McDevitt, menjelaskan bahwa gaya visual secara eksplisit tidak dilindungi hak cipta. Secara hukum, OpenAI tidak melanggar aturan hanya dengan membuat gambar yang menyerupai estetika Studio Ghibli.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah model AI ini dilatih menggunakan materi berhak cipta, seperti cuplikan film Ghibli. OpenAI sendiri menyatakan bahwa ChatGPT menolak mereplikasi gaya seniman individu yang masih hidup, tetapi tetap memungkinkan pembuatan gambar dengan gaya studio secara umum.

Hal ini tetap menimbulkan kontroversi, karena gaya visual Studio Ghibli sangat erat kaitannya dengan Hayao Miyazaki, salah satu pendiri studio yang masih aktif dalam industri animasi. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi AI generatif, kasus ini bisa menjadi preseden penting dalam perlindungan hak cipta di era digital.

Dampak Hukum di Masa Depan

Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah meniru estetika khas sebuah studio besar seperti Ghibli tergolong pelanggaran hak cipta atau sekadar inspirasi kreatif. Jawaban atas pertanyaan ini berpotensi memberikan dampak besar bagi industri kreatif ke depan.

Saat ini, sejumlah pengadilan masih memutuskan apakah melatih AI menggunakan karya berhak cipta dapat dikategorikan sebagai fair use (penggunaan wajar) atau pelanggaran. Sejumlah tuntutan hukum telah diajukan terhadap OpenAI, termasuk oleh The New York Times dan berbagai penerbit lainnya, yang menuduh bahwa model AI OpenAI menggunakan karya berhak cipta tanpa izin atau kompensasi.

Gugatan serupa juga diajukan terhadap Meta dan Midjourney, startup AI yang berfokus pada pembuatan gambar. Keputusan hukum yang akan datang berpotensi mengubah cara kerja AI generatif dan regulasi terkait penggunaan karya berhak cipta dalam teknologi AI.

Tren foto ala Studio Ghibli ini tidak hanya membawa keseruan bagi para pengguna, tetapi juga membuka diskusi lebih luas tentang hak cipta, kreativitas, dan masa depan industri AI generatif.

You Might Also Like

Selamat Datang “Ijazah Blockchain”

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

TAGGED: AI Gemini Flash, AI GPT-4o, chatgpt, gaya Studio Ghibli, open ai, platform media sosial
M. Khamdi 28 Maret 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Kartu Debit Virtual: Solusi Praktis dan Aman untuk Transaksi Digital
Next Article Mahasiswa Cyber University Diasah Menjadi Inovator Teknologi Melalui Algoritma dan Python
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?