Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: DeepSeek Raup Laba Fantastis, Tantang Dominasi AI Global
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » DeepSeek Raup Laba Fantastis, Tantang Dominasi AI Global
NewsTech News

DeepSeek Raup Laba Fantastis, Tantang Dominasi AI Global

Last updated: Minggu, 2 Maret 2025, 2:01 PM
By M. Khamdi
Share
4 Min Read
SHARE

JAKARTA: Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, kembali mencuri perhatian dengan mengungkap data terkait biaya operasional dan margin laba mereka. Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini mengklaim meraih margin laba biaya hingga 545% per hari dari layanan AI mereka, meskipun angka tersebut masih bersifat teoritis.

Contents
Pendapatan Miliaran Rupiah per HariLonjakan Permintaan dan Minat Investor BesarTantangan Infrastruktur dan Permasalahan TeknisMasa Depan DeepSeek di Kancah Teknologi AI

Dalam sebuah unggahan di platform X, DeepSeek menyebutkan bahwa layanan daring mereka memiliki margin laba fantastis, tetapi perhitungan ini didasarkan pada “pendapatan teoritis”. Hal ini disampaikan dalam laporan mendetail di GitHub yang menjelaskan pendekatan mereka dalam meningkatkan throughput dan menurunkan latensi model kecerdasan buatannya.

Pendapatan Miliaran Rupiah per Hari

Berdasarkan laporan TechCrunch, DeepSeek menyatakan bahwa jika semua penggunaan model AI mereka, V3 dan R1, ditagih dengan harga R1, maka perusahaan ini bisa mengantongi pendapatan harian sekitar USD 562.027 atau setara Rp 9,3 miliar (kurs Rp 16.564 per USD). Di sisi lain, biaya operasional sewa GPU yang diperlukan hanya mencapai USD 87.072 atau sekitar Rp 1,44 miliar. Dengan demikian, DeepSeek secara teoritis menikmati margin keuntungan yang sangat besar.

Namun, perusahaan juga mengakui bahwa pendapatan aktual yang mereka peroleh jauh lebih rendah dari angka teoritis tersebut. Beberapa faktor yang memengaruhi adalah pemberian diskon malam hari, harga lebih rendah untuk model V3, serta fakta bahwa hanya sebagian kecil dari layanan mereka yang dimonetisasi. Saat ini, akses melalui web dan aplikasi masih diberikan secara gratis.

Lonjakan Permintaan dan Minat Investor Besar

Keberhasilan DeepSeek dalam menghadirkan model AI berbiaya rendah telah menarik perhatian banyak investor besar. Raksasa teknologi seperti Alibaba serta dana investasi milik negara China, termasuk China Investment Corp dan National Social Security Fund, dikabarkan tertarik untuk berinvestasi.

DeepSeek sebelumnya mengejutkan industri teknologi pada Januari lalu dengan meluncurkan model AI yang dinilai mampu menyaingi bahkan melampaui model AI buatan Barat, tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Keberhasilan ini menantang dominasi Amerika Serikat dalam perlombaan global menguasai kecerdasan buatan.

Tantangan Infrastruktur dan Permasalahan Teknis

Meski mencatat lonjakan permintaan yang luar biasa, DeepSeek menghadapi tantangan besar dalam hal infrastruktur. Dengan meningkatnya penggunaan AI mereka, perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan chip dan server AI. Bahkan, beberapa kali terjadi pemadaman listrik akibat tingginya beban penggunaan.

Kondisi ini memaksa DeepSeek untuk mempertimbangkan pendanaan eksternal untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan. Pendanaan tambahan ini diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan kapasitas komputasi, serta memperluas cakupan layanan mereka agar dapat bersaing lebih agresif di pasar AI global.

Masa Depan DeepSeek di Kancah Teknologi AI

Keberhasilan DeepSeek dalam menciptakan model AI yang efisien dan berbiaya rendah menjadikannya ancaman serius bagi perusahaan AI besar di dunia. Jika mereka mampu mengatasi tantangan teknis dan infrastruktur, bukan tidak mungkin DeepSeek akan menjadi pemimpin baru dalam industri AI global.

Dengan ketertarikan dari investor besar dan pertumbuhan pesat yang mereka alami, masa depan DeepSeek tampaknya cerah. Namun, bagaimana perusahaan ini menghadapi tantangan operasional akan menjadi kunci utama dalam menentukan apakah mereka benar-benar bisa menjadi raksasa AI yang berkelanjutan di masa depan.

You Might Also Like

Selamat Datang “Ijazah Blockchain”

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

TAGGED: AI China, deepseek, laba biaya hingga 545% per hari, margin laba, perusahaan kecerdasan buatan
M. Khamdi 2 Maret 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Bank Indonesia Buka Layanan Tukar Uang Baru untuk Lebaran 2025, Begini Cara dan Jadwalnya!
Next Article Daftar Orang Terkaya di Indonesia Awal Maret 2025: Siapa yang Berkuasa di Puncak?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?