JAKARTA: Dunia bisnis Indonesia kembali diramaikan dengan daftar terbaru orang-orang terkaya yang diumumkan oleh majalah Forbes pada awal Maret 2025. Sejumlah nama konglomerat yang sudah tak asing lagi bagi publik masih mendominasi daftar ini, menunjukkan kekuatan mereka dalam dunia bisnis yang terus berkembang.
Forbes, yang dikenal sebagai media bisnis ternama asal Amerika Serikat, memperbarui daftar miliarder dunia secara real-time melalui Forbes Real Time Billionaires List. Peringkat ini ditentukan berdasarkan nilai aset para pengusaha yang dipantau setiap hari, baik dari kepemilikan saham publik maupun perusahaan swasta.
Tak hanya sekadar mencatat jumlah kekayaan, Forbes juga mengungkapkan fluktuasi nilai aset para miliarder akibat pergerakan harga saham dan perkembangan ekonomi global. Hal ini membuat posisi mereka di daftar orang terkaya bisa berubah sewaktu-waktu.
Siapa yang Memimpin Daftar Orang Terkaya di Indonesia?
Di posisi puncak daftar orang terkaya di Indonesia awal Maret 2025, terdapat nama Prajogo Pangestu. Sebagai pendiri PT Barito Pacific, perusahaan petrokimia raksasa, kekayaannya tercatat mencapai 30,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 499 triliun) pada 1 Maret 2025. Meskipun mengalami penurunan dari sebelumnya 44,3 miliar dolar AS, ia tetap mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia.
Di peringkat kedua, ada Low Tuck Kwong, pemilik perusahaan tambang PT Bayan Resources. Kekayaannya pada awal Maret 2025 mencapai 26,5 miliar dolar AS (Rp 439 triliun), sedikit menurun dibandingkan posisi sebelumnya di angka 28,1 miliar dolar AS.
Dua nama yang telah lama dikenal dalam dunia bisnis, Budi Hartono dan Michael Hartono, masih berada di peringkat ketiga dan keempat. Sebagai pemilik Bank Central Asia (BCA) serta pendiri Djarum, keduanya memiliki kekayaan masing-masing sebesar 21,2 miliar dolar AS (Rp 351 triliun) dan 20,4 miliar dolar AS (Rp 338 triliun).
Persaingan Ketat di Posisi Lima Besar
Mengikuti jejak para taipan di atas, Sri Prakash Lohia, pendiri PT Indo-Rama Synthetics, bertengger di posisi kelima dengan kekayaan 8,4 miliar dolar AS (Rp 139 triliun). Meski berada jauh di bawah empat besar, bisnis petrokimianya yang berkembang pesat tetap menjadikannya salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia.
Di belakangnya, Otto Toto Sugiri, CEO PT DCI Indonesia Tbk, menempati peringkat keenam dengan kekayaan 5,2 miliar dolar AS (Rp 86 triliun). Keberhasilannya dalam industri pusat data telah membawa lonjakan signifikan dalam total asetnya.
Nama-nama Lain dalam Daftar Bergengsi Ini
Posisi ketujuh ditempati oleh keluarga Tahir, pendiri Grup Mayapada, yang mencatatkan kekayaan sebesar 5,1 miliar dolar AS (Rp 84 triliun). Selanjutnya, Dewi Kam, pemegang saham minoritas PT Bayan Resources, berada di peringkat kedelapan dengan kekayaan 4,6 miliar dolar AS (Rp 76 triliun).
Sementara itu, Agoes Projosasmito, presiden komisaris Amman Mineral Indonesia, berada di posisi kesembilan dengan total aset 4,5 miliar dolar AS (Rp 74 triliun). Daftar ini ditutup oleh Chairul Tanjung, pemilik CT Corp, yang memiliki kekayaan sebesar 4,2 miliar dolar AS (Rp 69 triliun).
Kesimpulan: Bisnis yang Terus Berkembang
Meskipun mengalami fluktuasi akibat pergerakan pasar saham dan kondisi ekonomi global, para miliarder ini tetap mempertahankan dominasinya dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Dengan berbagai sektor bisnis yang mereka kuasai—dari perbankan, pertambangan, hingga petrokimia—mereka terus membangun kerajaan bisnisnya dan memperkuat posisi ekonomi negara.
Bagaimana dengan tahun-tahun mendatang? Akankah ada nama baru yang menantang dominasi para konglomerat ini? Kita tunggu saja perkembangan berikutnya!

