JAKARTA: Sejumlah tenant di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) berharap status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) segera terwujud untuk mendukung pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja. Harapan ini disampaikan dalam acara “Menuju KEK Industropolis Batang: Tingkatkan Lapangan Kerja, Wujudkan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia” yang diselenggarakan oleh PT KITB. Para tenant meyakini bahwa status KEK akan memberikan kepastian investasi dan meningkatkan daya saing industri.
Ferry Mudjan, Senior Finance Specialist PT SEG Solar Manufacturing Indonesia, menyoroti bahwa kebijakan fiskal dan insentif dalam KEK akan mempercepat arus investasi. “Status KEK akan mendukung rencana ekspansi kami di Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Joanna Tsai, Sales Manager & E-XIM PT Yin Quan Footwear Indonesia, menekankan bahwa perusahaannya telah merasakan manfaat sebagai kawasan berikat dan siap mendukung penuh KITB menjadi KEK. Ia melihat potensi besar KITB sebagai pusat manufaktur strategis. “Dengan status KEK, efisiensi operasional akan meningkat,” katanya.
Taufiq Riza Sutrisna, HR Manager PT Sampoerna Kayoe, menambahkan bahwa KEK akan membawa dampak positif pada penciptaan lapangan kerja dan menarik tenaga kerja berkualitas. “KEK akan membuka peluang lebih besar bagi pekerja lokal,” jelasnya. Agnes Galih, HRGA Manager PT Allmed Medical Product, menegaskan bahwa KEK tidak hanya memberikan insentif bagi perusahaan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. “Dampaknya akan sangat luas, termasuk peningkatan keterampilan tenaga kerja,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan menyatakan bahwa KITB dan lima kawasan lainnya telah dinyatakan lulus oleh Dewan Nasional KEK. Namun, keputusan final masih menunggu tanda tangan Presiden Prabowo. “Kami sangat menunggu keputusan pemerintah. Jika bisa, akhir tahun ini sudah ada keputusan sehingga tahun depan peraturan pemerintah bisa terbit,” kata Ngurah. Ia berharap status KEK akan menarik lebih banyak investor dengan keringanan pajak yang ditawarkan.
Kawasan yang telah dinyatakan lulus untuk menjadi KEK antara lain KEK Industri Halal Sidoarjo, KEK Patimban, KEK Batuta Chemical Industrial Park di Kalimantan Timur, KEK Subang di Jawa Barat, KEK Mangkupadi di Kalimantan Utara, dan KEK Nongsa. Ngurah meyakini bahwa status KEK akan mempercepat pertumbuhan industri dan ekonomi di kawasan tersebut.

