Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Google Search Kehilangan Daya Tarik, TikTok dan AI Jadi Alternatif Populer
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Google Search Kehilangan Daya Tarik, TikTok dan AI Jadi Alternatif Populer
NewsTech News

Google Search Kehilangan Daya Tarik, TikTok dan AI Jadi Alternatif Populer

Last updated: Selasa, 11 Februari 2025, 11:39 AM
By M. Khamdi
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA: Google Search mulai mengalami penurunan popularitas. Menurut laporan terbaru, penggunaan mesin pencari raksasa ini terus berkurang dalam beberapa bulan terakhir.

Dilansir dari Search Engine Land, pangsa pasar Google kini turun di bawah 90%. Penurunan ini telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut. Fenomena ini menjadi catatan penting karena terakhir kali Google Search mengalami tren serupa adalah hampir satu dekade lalu, tepatnya pada awal tahun 2015, seperti yang dilaporkan oleh 9to5 Google.

Selama bertahun-tahun, Google Search dikenal sebagai mesin pencari utama di internet. Bahkan, istilah “Googling” menjadi kata umum yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas pencarian informasi secara online. Namun, situasi saat ini menunjukkan perubahan signifikan dalam kebiasaan pengguna internet.

Laporan tersebut juga mencatat adanya peningkatan, meskipun tidak signifikan, dalam penggunaan mesin pencari lain seperti Bing, Yahoo, dan Yandex. Meski demikian, pertumbuhan pesaing Google ini belum cukup untuk menggantikan dominasi yang selama ini dipegang oleh Google Search.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan penggunaan Google Search adalah berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Kehadiran AI Generatif seperti ChatGPT dan Perplexity telah mengubah cara banyak orang mencari informasi di internet. Pengguna kini lebih memilih platform berbasis AI yang dapat memberikan jawaban langsung dan lebih kontekstual dibandingkan hasil pencarian tradisional Google.

Selain itu, pergeseran kebiasaan pencarian di kalangan Gen Z juga turut berkontribusi terhadap perubahan ini. Banyak anak muda kini lebih memilih TikTok sebagai alat pencarian utama, terutama untuk rekomendasi tempat makan, hotel, hingga berbagai tips gaya hidup. Platform berbagi video ini menawarkan hasil pencarian yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman pengguna secara langsung.

Menanggapi fenomena ini, TikTok sendiri telah melakukan uji coba fitur yang menghubungkan hasil pencariannya dengan Google Search. Sejak awal tahun 2024, beberapa pencarian di TikTok bahkan mulai menampilkan tautan yang mengarah ke hasil pencarian Google, menunjukkan adanya integrasi antara kedua platform tersebut.

Tren penurunan dominasi Google Search ini mencerminkan perubahan perilaku pengguna internet dalam mengakses informasi. Dengan semakin berkembangnya teknologi AI dan meningkatnya penggunaan platform sosial sebagai alat pencarian, Google dihadapkan pada tantangan besar untuk tetap relevan di tengah perubahan ekosistem digital yang terus berkembang.

You Might Also Like

Selamat Datang “Ijazah Blockchain”

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

TAGGED: AI, google search, TikTok, tiktok dan ai
M. Khamdi 11 Februari 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love1
Sad0
Happy0
Sleepy1
Angry1
Dead0
Wink0
Previous Article Libur Panjang Lebaran 2025: Cuti Bersama, Libur Nasional, dan Long Weekend
Next Article Siapa Kriteria yang Bebas dari Kewajiban Pelaporan Pajak? Ini Penjelasannya
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?