JAKARTA (Sketsa.co) — Hasil survei mutakhir Indikator Politik Indonesia yang dirilis Minggu (4/6) memperlihatkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai kandidat calon presiden (capres) dalam Pemilu 2024 kian kokoh.
Dalam simulasi yang melibatkan 18 nama bakal capres, Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 25,3%. Persaingan ketat terjadi dengan Ganjar Pranowo dari PDIP yang menempati posisi kedua dengan elektabilitas 25,2%. Di urutan ketiga terdapat Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan dengan elektabilitas setengah dari Prabowo dan Ganjar, yakni 12,5%.
Sementara itu, beberapa nama lainnya memiliki elektabilitas di bawah 5%, seperti Menteri BUMN Erick Thohir (5,0%), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (4,9%), dan Menko Polhukam Mahfud MD (2,8%). Nama-nama lainnya termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (2,2%), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (1,9%), serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (1,1%).
Dalam simulasi dengan 10 nama capres, Prabowo Subianto kembali menduduki peringkat pertama dengan elektabilitas 29,1%, disusul Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 26,1%, lalu Anies Baswedan di peringkat ketiga dengan elektabilitas 13,2%.
Beberapa nama lain yang juga dikenal termasuk Ridwan Kamil (7,4%), Erick Thohir (5,1%), Sandiaga Uno (2,6%), dan AHY (1,9%). Sementara itu, beberapa nama lainnya memiliki elektabilitas di kisaran satu persen atau bahkan kurang, seperti Ketua DPR Puan Maharani (1,4%), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (0,7%), dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (0,7%).
Dalam simulasi hanya tiga nama capres, Prabowo Subianto tetap berada di peringkat pertama dengan elektabilitas 38,0%, meninggalkan Ganjar Pranowo di peringkat kedua dengan elektabilitas 34,2%. Sementara itu, Anies Baswedan tetap berada di peringkat ketiga dengan elektabilitas 18,9%.
Prabowo Meningkat
Berdasarkan survei Indikator, elektabilitas Prabowo mengalami peningkatan sejak Februari 2023. Pada periode tersebut, tingkat keterpilihan Menteri Pertahanan tersebut adalah 26,7%, dan terus meningkat menjadi 32,7% pada April 2023, 34,8% pada 5 Mei 2023, dan mencapai puncaknya dengan elektabilitas 38,0% pada survei 30 Mei 2023.
Sementara itu, elektabilitas Ganjar Pranowo cenderung fluktuatif. Pada survei Februari 2023, Gubernur Jawa Tengah itu memiliki elektabilitas 35,0%. Namun, angka tersebut turun drastis menjadi 27,9 persen pada survei April 2023. Pada survei 5 Mei 2023, elektabilitas Ganjar naik menjadi 34,4%, namun kembali turun menjadi 34,2% pada survei 30 Mei 2023.
Baca juga:
Di sisi lain, elektabilitas Anies Baswedan secara bertahap menurun. Pada survei Februari 2023, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut memiliki elektabilitas 24,0%. Angka tersebut turun menjadi 22,2% pada survei April 2023, lalu 21,8% pada survei 5 Mei 2023, dan terus menurun menjadi 18,9% pada survei 30 Mei 2023.
Survei Indikator dilakukan pada 26-30 Mei 2023 dengan melibatkan 1.230 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode random digit dialing (RDD), di mana nomor telepon digenerasi secara acak. Para responden yang terpilih kemudian diwawancarai melalui telepon. Dengan metode ini, margin of error survei diperkirakan sekitar 2,9%.


elektabilitas prabowo akan naik terus karena sikap politiknya yang jelas dan nasionalis